Kumparan Logo

Elon Musk Buka Polling soal Hidupkan Kembali Vine, Apa Itu?

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk. Foto: Mike Blake/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk. Foto: Mike Blake/Reuters

Elon Musk sedang gencar melakukan pembenahan Twitter pasca-membeli perusahaan tersebut seharga 44 miliar dolar AS (sekitar Rp 687 triliun) pada Kamis (27/10) lalu. Di tengah kesibukannya itu, Musk tampaknya ingin menghidupkan kembali Vine, media sosial yang pernah diakuisisi Twitter.

Ini baru sebatas gagasan. Orang terkaya di dunia itu membuka polling di akun Twitter resminya pada Senin (31/10), dengan bertanya kepada netizen apakah ia harus mengembalikan Vine atau tidak. Ia menyertakan dua pilihan, Y untuk setuju dan N untuk tidak setuju.

Kembalikan Vine?

- Elon Musk -

X post embed

Jajak pendapat tersebut dibuka pukul 10.11 WIB, dan sejauh ini sudah mengumpulkan 1,3 juta orang per 13.25 WIB. Saat ini 71,1 persen di antaranya setuju, sementara 28,9 persen sisanya memilih tidak.

Apa itu Vine?

Sebenarnya, apa itu Vine yang dimaksud Musk dalam polling-nya? Mengapa banyak orang memilih setuju untuk menghidupkan kembali Vine?

Sebelum TikTok mendunia sekarang, Vine sudah duluan menjajakan layanan video berdurasi pendek. Namun, hidupnya tak lama di dunia ini.

Vine didirikan oleh Dom Hofmann, Rus Yusupov, dan Colin Kroll pada Juni 2012, dan diakuisisi Twitter pada Oktober 2012. Aplikasinya resmi dirilis pada 24 Januari 2013.

Aplikasi berbagi video pendek Vine. Foto: Shutterstock

Vine memungkinkan pengguna membuat video pendek dan browsing konten milik kreator lain. Videonya bisa dibagikan ke media sosial lain selain Twitter, seperti Facebook.

Platform pernah mencatat lebih dari 200 juta pengguna aktif per Desember 2015. Sayang, Vine tidak bertahan lama.

Twitter memilih menutup Vine pada Oktober 2016. Keputusan tersebut dilakukan karena perusahaan tidak menemukan cara untuk mendapatkan uang dari Vine, dan ingin membentuk tim pengembangan yang lebih fokus pada fitur video di Twitter.

Musk sering menggunakan akun Twitter pribadinya untuk mempromosikan perusahaannya yang lain, seperti Tesla dan SpaceX. Pria berusia 51 tahun itu juga gemar membagikan opini atau sekedar memancing reaksi netizen untuk pendapatnya.

Namun, biasanya opini yang dibagikan oleh Musk besar kemungkinan serius untuk diwujudkan ke depannya. Jadi, apakah Musk beneran akan membangkitkan kembali Vine? Mari kita tunggu.