Elon Musk Jadi Tour Guide Pamer Roket di Markas SpaceX, Dibayar Berapa?
·waktu baca 1 menit

Elon Musk rupanya tengah bersemangat dengan misi jelajah luar angkasa yang dilakukan oleh perusahaan antariksa miliknya, SpaceX. Saking semangatnya, Musk bahkan menjadi tour guide atau pemandu wisata untuk memamerkan markas SpaceX, beserta roket terbaru untuk misinya tersebut yang masih dalam tahap pengembangan.
Dikutip Daily Mail, Elon Musk rela menjadi tour guide untuk media berita luar angkasa, Everyday Astronaut. Tidak diketahui apakah Musk dibayar untuk 'pekerjaan' barunya ini. Namun, sepertinya ia senang menjelaskan berbagai persiapan yang dilakukan SpaceX dengan roket booster barunya, Super Heavy dalam uji orbit pertamanya.
Markas SpaceX sendiri berada di dekat desa Boca Chica di Texas. Semua perakitan dan pengembangan roket dilakukan di lokasi tersebut. Menariknya, bahkan Elon Musk dilaporkan tinggal di rumah kontrakan yang disewa SpaceX, tidak jauh dari pabrik roket.
Selama menjadi tour guide, Musk berbicara tentang perlunya menjaga margin produksi roket tetap rendah. Kemudian, aspek lain yang digunakan untuk merancang pesawat ruang angkasa harus sepenuhnya dapat digunakan kembali suatu hari nanti. Impiannya dengan pesawat itu akan membawa manusia ke Mars.
"Ini adalah inti dari optimalisasi biaya produksi roket ke orbit. Dan kemudian akhirnya akan berpengaruh pada biaya pendaratan ke permukaan Mars di masa mendatang," kata Musk kepada Everyday Astronaut.
SpaceX sedang bekerja keras untuk membangun prototipe pesawat luar angkasa Starship setinggi 49 meter atau seukuran bangunan 16 lantai yang dikenal sebagai SN20. Pesawat itu nantinya akan mereka ikat ke booster Super Heavy dan diluncurkan ke orbit.
Jika Starship dan Super Heavy digabungkan, keduanya akan mencapai ketinggian 120 meter, jauh lebih besar dari patung Liberty dengan alas penuhnya yang hanya 92 meter dan lebih tinggi dari roket NASA SLS di 97 meter.
SpaceX telah mempercepat persiapan Starship dan peluncur Super Heavy untuk uji coba penerbangan orbit. Namun, masih ada persyaratan dampak lingkungan oleh Federal Aviation Administration (FAA) yang perlu diselesaikan sebelum peluncuran. Kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan.
Pesawat Starship dan peluncur Super Heavy diproyeksikan untuk mengangkut kargo dan manusia untuk misi ke bulan dan Mars. Kedua armada tersebut dikonsepkan dapat digunakan kembali untuk misi-misi lainnya.
