Elon Musk Pecat Bos Tesla Singapura, Sinyal PHK Massal?
·waktu baca 2 menit

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di raksasa mobil listrik milik Elon Musk, Tesla, tampaknya sudah dimulai. Seorang karyawan Tesla di Singapura mengaku dirinya dipecat pada Minggu (12/6).
Sebelumnya, perusahaan otomotif itu memang sudah merencanakan akan memecat 10 persen dari total karyawannya di seluruh dunia. Menurut Musk, seperti dikutip Reuters, upaya PHK ini akibat adanya kelebihan karyawan di seluruh bidang di perusahaannya.
Musk juga menyampaikan lewat email-nya bahwa karyawan yang masih dipekerjakan akan mengalami peningkatan jam kerja. Bahkan beberapa hari sebelumnya, Musk sempat memberikan ultimatum kepada seluruh karyawan Tesla untuk bekerja dari kantor minimal 40 jam seminggu. Jika tidak, Musk menganggap karyawan itu mengundurkan diri.
Sinyal PHK karyawan Tesla itu ternyata sudah terlihat saat ini, dan bukan hanya isapan jempol belaka. Pada Minggu (12/6), seorang karyawan Tesla di Singapura mengumumkan dirinya termasuk dari 10 persen pemecatan tersebut.
Tesla mengumumkan pengurangan 10 persen tenaga kerja. Peran saya dihilangkan (dari Tesla) mulai hari ini.
– Christopher Bousigues, mantan Country Manager Tesla Singapura –
Bousigues membagikan cerita lewat postingan di LinkedIn bahwa dirinya dipecat secara sepihak oleh Tesla, tanpa adanya negosiasi. Ia sangat menyayangkan kebijakan Tesla yang tidak transparan dalam memberikan alasan yang kuat dirinya dipecat.
Menurutnya, Tesla Singapura mengalami perkembangan cukup pesat di bawah kendali dirinya. Ia bisa melakukan ekspansi pasar hingga membangun dua showrooms mobil, satu service centre dan pembangunan tujuh stasiun pengisian listrik bagi pengguna Tesla di Singapura.
Bahkan, berdasarkan data dari otoritas transportasi Singapura yang dilansir dari The Straits Times, ada sekitar 924 unit mobil listrik buatan Tesla yang telah registrasi di negaranya pada tahun lalu. Sementara 190 unit mobil listrik Tesla telah terdaftar hingga bulan kelima tahun ini.
Jika memang yang dikatakan oleh Bousigues adalah benar mengenai sinyal rencana 10 persen PHK karyawan di Tesla, maka bisa dikatakan jumlah itu tidak sedikit.
Dikutip Reuters, karyawan Tesla di seluruh dunia mencapai sekitar hampir 100.000 orang per akhir 2021. Bila PHK itu tetap terjadi, mungkin ada 10 ribu karyawan Tesla yang akan bernasib sama seperti Bousigues.
Kebijakan Tesla yang berencana memecat karyawannya tentu bukan karena kelebihan jumlah karyawan saja. Berdasarkan pantauan kumparanTECH pada Selasa (14/6), saham Tesla (TSLA) masih cenderung merosot dibandingkan dengan April 2022 lalu. Cara PHK yang diambil Tesla menjadi kebijakan untuk tetap bisa bertahan di tengah krisis yang sedang dialami beberapa negara dunia.
