Elon Musk Tutup Kantor Twitter, Karyawan Resign Massal Ogah Kerja Hardcore

18 November 2022 10:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi foto Elon Musk dengan logo Twitter. Foto: Dado Ruvic/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto Elon Musk dengan logo Twitter. Foto: Dado Ruvic/Reuters
ADVERTISEMENT
Banyak pegawai Twitter yang mengundurkan diri setelah Elon Musk mengultimatum pegawai harus bekerja dengan mode ‘hard-core’. Di sisi lain, Elon Musk mengunci akses gedung kantor Twitter sehingga pegawai tidak bisa masuk.
ADVERTISEMENT
Cerita bermula ketika Selasa (15/11) kemarin Elon Musk mengirim email ke pegawai, bahwa ia akan melakukan 'cultural reset.' Pegawai harus setuju bekerja di mode ‘hard-core’ di “Twitter 2.0” versi Musk.
Jika tidak memilih, mereka akan mengambil uang pesangon 3 kali gaji—alias mengundurkan diri. Jawaban mereka tulis di Google Form.
“Ini berarti bekerja berjam-jam dengan intensitas tinggi,” tulis Musk dalam email tersebut. “Hanya kinerja luar biasa yang akan menjadi nilai kelulusan.”
Hardcore di sini adalah kerja di atas jam kerja, deadline yang mepet, dan beban kerja yang berat. Elon Musk sudah dikenal dengan budaya kerja yang berat dan kadang tak masuk akal di perusahaannya yang lain, SpaceX dan Tesla.
Per Kamis (17/11) waktu setempat, ratusan pegawai Twitter dilaporkan keberatan dengan mode hardcore tersebut dan memilih mengundurkan diri, seperti dilaporkan oleh Platformer dan The Verge.
ADVERTISEMENT
Twitter kehilangan setengah pegawai setelah PHK massal yang dilakukan Musk awal November kemarin. Ditambah pegawai yang di-PHK karena mengkritik Elon (sekitar puluhan), dan pegawai yang memilih PHK secara mandiri, Twitter menyisakan hanya 2.900 pegawai, dikutip dari The Verge.
Dikhawatirkan banyak karyawan senior dan kompeten mundur, sehingga hanya menyisakan pegawai yang tak tahu menahu cara mengelola Twitter.
"Rasanya semua orang yang membuat tempat ini luar biasa pergi," ujar seorang pegawai Twitter yang hengkang kepada The Verge.
“Akan sangat sulit bagi Twitter untuk pulih dari sini, tidak peduli seberapa hardcore upaya orang-orang yang tetap bertahan.”
Gambar Elon Musk terlihat pada smartphone yang ditempatkan pada logo Twitter. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
Jumat (18/11) pagi, hashtag #RIPTwitter tampak trending di Twitter dengan cuitan mencapai 200 ribu kali. Di saat yang bersamaan, Elon Musk dilaporkan menutup akses gedung. Hal ini membuat pegawai Twitter tidak bisa masuk kantor dengan kartunya.
ADVERTISEMENT
Jurnalis Platformer melaporkan bahwa Elon Musk takut pegawai akan menyabotase perusahan, sehingga membatasi akses kepada pegawai.
Kantor baru akan dibuka 21 November, dan perusahaan menulis “Harap terus mematuhi kebijakan perusahaan dengan tidak membicarakan informasi rahasia perusahaan di media sosial, dengan pers, atau di tempat lain."