Tekno & Sains
·
16 Februari 2021 8:02

Fenomena Undangan Clubhouse Dijual Rp 500 Ribu di E-commerce

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Fenomena Undangan Clubhouse Dijual Rp 500 Ribu di E-commerce (106256)
Aplikasi Clubhouse di smartphone. Foto: William Krause via Unsplash
Aplikasi media sosial (medsos) Clubhouse sedang naik daun di dunia, termasuk Indonesia. Penyebabnya tak lain karena orang terkaya di dunia Elon Musk telah menggunakan aplikasi medsos tersebut, ada penggunanya di Indonesia pun sudah mulai meningkat.
ADVERTISEMENT
Menariknya kemunculan media sosial Clubhouse ini membuka peluang keuntungan bagi penggunanya. Aturan yang membuat tidak sembarang orang bisa bergabung ke Clubhouse menjadi celah mencari uang.
Undangan yang dimiliki oleh orang yang telah bergabung ke Clubhouse banyak yang jual secara online. Berdasarkan pantauan kumparan, ada berbagai penawaran dari undangan untuk bergabung ke Clubhouse yang dijual di sejumlah e-commerce di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.
Satu undangan tersebut dijual dengan beragam harga, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Syarat membelinya pun harus menyertakan nomor telepon pengguna untuk menerima undangan dan bisa bergabung ke Clubhouse. Padahal sebenarnya undangan tersebut gratis.
Pihak Tokopedia pun sudah melakukan penelusuran, mereka sudah melakukan take down lapak-lapak yang menjual undangan Clubhouse tersebut dengan harga cukup fantastis.
ADVERTISEMENT
"Tokopedia selalu menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan platform Tokopedia dan/atau pelanggaran hukum yang berlaku di Indonesia. Saat ini, kami telah menindaklanjuti laporan sesuai prosedur dengan menurunkan produk yang dimaksud," kata External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya dalam keterangannya.
Fenomena Undangan Clubhouse Dijual Rp 500 Ribu di E-commerce (106257)
Ilustrasi penjual undangan Clubhouse di Shopee. Foto: Screenshot Shopee
Fenomena Undangan Clubhouse Dijual Rp 500 Ribu di E-commerce (106258)
Ilustrasi penjual undangan Clubhouse di Bukalapak. Foto: Screenshot Bukalapak
Sementara di e-commerce Shopee dan Bukalapak masih ditemukan beberapa lapak yang menjual undangan Clubhouse. kumparan telah menghubungi pihak Shopee dan Bukalapak, namun kedua e-commerce itu belum merespons.
Fenomena penjualan undangan Clubhouse tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Menurut laporan The Guardian, situs e-commerce di China, seperti Xianyu dan Taobao, juga menawarkan kode undangan Clubhouse yang dijual dengan harga antara 150-400 yuan atau sekitar Rp 350 hingga 867 ribu.
Sementara di Malaysia, undangan Clubhouse pun dijual di Shopee dengan kisaran harga 55 ringgit (sekitar Rp 189 ribu) hingga 299 ringgit (sekitar Rp 1 juta). Di eBay bahkan dijual dengan kisaran harga Rp 50 ribu sampai yang termahal Rp 1,5 juta.
ADVERTISEMENT

Sulitnya dapat undangan Clubhouse

Untuk mendapatkan undangan menjadi anggota Clubhouse dan bisa menggunakan layanannya memang bisa dibilang cukup sulit. Pengguna baru yang mendaftar tidak bisa langsung bergabung dan harus masuk dalam daftar tunggu. Itu pun tidak pasti kapan akan diterima.
Sementara itu, jalur lainnya adalah menerima undangan dari pengguna lain yang sudah bergabung. Masalahnya tidak semua orang bisa memiliki teman atau kolega yang sudah bergabung di Clubhouse.
Fenomena Undangan Clubhouse Dijual Rp 500 Ribu di E-commerce (106259)
Aplikasi Clubhouse di smartphone. Foto: Odd Andresen / AFP

Cara menggunakan Clubhouse

Clubhouse juga masih hanya tersedia secara eksklusif di iOS, belum tahu kapan akan datang ke perangkat Android. Clubhouse sendiri adalah aplikasi media sosial berbasis audio.
Setelah membuat akun Clubhouse, pengguna bisa memilih topik favoritnya. Lalu, diberikan opsi untuk memilih Room/Club atau “ruang percakapan”. Di ruangan itu, pengguna bisa mengikuti diskusi yang sedang berlangsung, layaknya webinar di Zoom atau aplikasi video conference lainnya.
ADVERTISEMENT
Di dalam Room, kita mungkin akan bergabung dengan orang-orang yang tidak dikenal, tapi sama-sama memiliki ketertarikan pada topik yang sama. Pengguna bisa memilih untuk mendengarkan pembicara yang sedang berlangsung atau bisa ikutan diskusi dengan melakukan obrolan melalui audio.
Aplikasi Clubhouse didirikan oleh Paul Davison dan Rohan Seth pada 2020. Pada Mei di tahun yang sama, valuasinya sudah mencapai sekitar 100 juta dolar AS meskipun hanya memiliki 1.500 pengguna saat itu, menurut CNBC.
Perkembangan aplikasi ini bisa dibilang cepat, karena pada Desember 2020, Clubhouse dilaporkan The New York Times telah punya 600 ribu pengguna. Adapun per 1 Februari 2020, ia sudah memiliki 2 juta pengguna.