Kumparan Logo

Fiber Optik Bermasalah, Internet dan TV First Media Mati 17 Jam Lebih

kumparanTECHverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Internet. (Foto: Rawpixel/Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Internet. (Foto: Rawpixel/Pixabay)

Seluruh pelanggan Internet dan TV berlangganan First Media saat ini sedang geram lantaran layanan dari perusahaan Link Net itu mengalami gangguan sejak Sabtu sore, dan hingga Minggu pagi ini belum kembali normal. Update: Layanan Internet dan TV berlangganan First Media berangsur pulih sekitar pukul 13.30 WIB pada hari ini. Berdasarkan pantauan, gangguan kali ini terjadi lebih dari 20 jam. First Media telah mengirimkan email pemberitahuan kepada seluruh pelanggannya pada Sabtu (19/8) pukul 16.21 WIB. Pada mulanya First Media menjanjikan waktu perbaikan selama 12 jam, namun apabila dibutuhkan perpanjangan waktu perbaikan, pihak First Media akan memberitahukannya lagi via email. Kemudian pada Minggu (20/8) dini hari pada pukul 03.04 WIB, First Media kembali mengirim email ke pelanggan yang memberitahukan ada masalah pada jaringan fiber optik dan memberitahukan pula estimasi waktu tambahan sekitar jam 03.27 WIB. Namun, hingga pukul 09.30 WIB hari ini, layanan Internet dan TV berlangganan First Media belum juga pulih dan pelanggan masih mengeluhkan gangguan ini di akun layanan pelanggan First Media di Twitter, @FirstMediaCares. Sejauh ini diketahui gangguan tersebut terjadi di Jakarta dan sekitar Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

X post embed

X post embed

Tim kumparan (kumparan.com) telah menghubungi First Media terkait detail gangguan yang terjadi pada jaringan fiber optik, serta estimasi pulihnya layanan mereka, tetapi sampai kini belum mendapat jawaban. Anak perusahaan Lippo Group ini baru saja meluncurkan situs halaman khusus Cek.FirstMedia.com untuk mengecek informasi jaringan dan status pembayaran dengan cara memasukkan nomor pelanggan. Sampai sekarang situs itu memberitahukan bahwa ada masalah kabel fiber optik yang putus sehingga membuat layanan tak bisa diakses.