Finlandia Buka Reaktor Nuklir Baru di Tengah Perang Rusia - Ukraina
·waktu baca 2 menit

Di tengah perang Rusia dan Ukraina yang berisiko menimbulkan bencana nuklir, setelah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia mengalami kebakaran dan perebutan reaktor Chernobyl, Finlandia malah membuka PLTN baru. PLTN yang berlokasi di Olkiluoto ini akan menjadi reaktor nuklir baru pertama di Eropa setelah 15 tahun.
Pembangkit listrik tenaga nuklir ini sudah dibangun sejak lama. Invasi Ukraina menyebabkan banyak negara Eropa mendapat tekanan untuk memotong impor gas dari Rusia, termasuk di antaranya Finlandia. Estimasinya, reaktor nuklir—yang bernama reaktor Ilkiluoto—baru ini dapat memenuhi 14 persen kebutuhan listrik Finlandia, dan mengurangi impor energi dari Rusia, Swedia, dan Norwegia.
“Olkiluoto 3 akan mengurangi ketergantungan impor Finlandia dan itu akan menjadi zona harga yang lebih murah,” kata ekonom Aurora Energy Research Alexander Esser kepada Reuters.
Olkiluoto 3 menjadi reaktor baru pertama Finlandia setelah 40 tahun lamanya. Reaktor ini harusnya selesai pada 2009, namun terkendala masalah teknis yang kemudian disambung dengan tuntutan ke meja hijau.
Dikutip The Guardian, Finlandia mengimpor rata-rata 13 terawatt hours (TWh) beberapa tahun terakhir. Olkiluoto 3 diharapkan dapat memotong porsi ini menjadi 8 hingga 5 TWh per 2025.
Olkiluoto 3 baru menjalani uji produksi, dan hanya menghaslkan 0.1 gigawatt. Fungsi penuh akan dijalankan mulai Juli tahun ini.
Semua negara Eropa menerima sekitar 40 persen pasokan gas dari Rusia, dan sekitar 25 persen minyak mentah. Sejak invasi Rusia tiga minggu lalu, negara-negara Eropa mendapat tekanan untuk melepas ketergantungan terhadap energi Rusia.
Jerman menghentikan proyek Nord Stream 2, sambungan pipa gas yang langsung dari Rusia ke Jerman. Rusia pun mengancam akan embargi Nord Stream 1, yang sudah berdiri lama, mengikuti semakin banyak sanksi dan larangan impor energi dari Rusia.
