Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Foto AI ala Studio Ghibli ChatGPT Bikin Server OpenAI Kewalahan
2 April 2025 16:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Pengguna ChatGPT melonjak gegara kehadiran fitur baru yang dapat menghasilkan gambar bergaya animasi khas Studio Ghibli. Akibatnya, infrastruktur OpenAI, pengembang ChatGPT, kewalahan.
ADVERTISEMENT
CEO OpenAI, Sam Altman, mengakui server perusahaan kepanasan karena berusaha memenuhi tingginya permintaan pengguna ChatGPT yang menyulap fotonya menjadi gambar Ghibli. Ia meminta pengguna bersiap menghadapi penurunan pengalaman dan performa ChatGPT.
"Kami tengah mengendalikan semuanya, tetapi Anda harus bersiap rilis baru dari OpenAI akan tertunda, ada yang rusak, dan layanan terkadang melambat karena kami menghadapi tantangan kapasitas," tulis Altman di akun X (dulu Twitter).
Dalam unggahan lanjutan, Altman bahkan secara terbuka meminta tambahan GPU berkinerja tinggi untuk menopang kebutuhan komputasi yang meningkat. GPU sendiri dibutuhkan untuk mengolah grafis dan melatih model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kondisi serupa sempat dialami OpenAI ketika fitur pembuat gambar ala Studio Ghibli baru dirilis pertama kali untuk pengguna berbayar pada pekan lalu. Altman bahkan mengungkap bahwa GPU mereka 'meleleh', menyebabkan akses ke pengguna gratis tertunda.
ADVERTISEMENT
"Kami akan memperkenalkan beberapa batasan kecepatan sementara kami berupaya membuatnya lebih efisien. Mudah-mudahan tidak akan lama!"
Meski saat ini pengguna mungkin mengalami perlambatan layanan, OpenAI berjanji akan segera mengatasinya. Dengan upaya peningkatan infrastruktur yang tengah berlangsung, perbaikan diharapkan segera terealisasi dalam waktu dekat.
Foto AI ala Studio Ghibli ChatGPT Picu Kontroversi
Fitur baru ChatGPT yang dapat menghasilkan gambar bergaya animasi khas Studio Ghibli bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi itu menunjukkan kekuatan teknologi AI. Di sisi lain, itu membuat para seniman prihatin karena dinilai melanggar hak cipta karya seni, dan mereka mempermasalahkan pelanggaran etika yang dilakukan oleh OpenAI.
Update ChatGPT-4o, yang dirilis hari Selasa, 25 Maret 2025, menampilkan banyak kemajuan. OpenAI melatihnya agar dapat melakukan generate gambar ke berbagai macam gaya karya seni, baik itu gambar diam maupun gambar bergerak.
ADVERTISEMENT
Banyak netizen dan media yang membuat tutorial untuk mengubah foto menjadi animasi khas Studio Ghibli. Hal ini tentu menuai pro dan kontra di kalangan netizen, terutama para seniman atau pekerja kreatif.
Mereka menyoroti masalah etika tentang alat kecerdasan buatan yang dilatih membuat karya kreatif tanpa etika, menabrak hak cipta, dan pada akhirnya dapat berdampak pada bisnis seni di masa depan.
Sejumlah netizen menganggap generate foto menggunakan AI menjadi animasi berhak cipta sama adalah tindakan yang tidak menghargai karya seni yang dibangun selama bertahun-tahun, dan bahkan dianggap sebagai plagiarism. Untuk menyampaikan kritik kepada OpenAI dan ChatGPT, beberapa netizen dan seniman kembali mengunggah cuplikan komentar pendiri Studio Ghibli, Miyako Hiyazaki (84), soal pandangannya terhadap karya seni yang dibuat oleh kecerdasan buatan.
ADVERTISEMENT
Miyazaki adalah seorang yang mengecam penggunaan AI dalam karya animasi. Ia menggambarkan seni yang dihasilkan AI sebagai "penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri." Miyazaki dikenal karena animasi yang digambar dengan tangan dan metode bingkai demi bingkai yang cermat.
"Setiap pagi, dalam beberapa hari terakhir, saya melihat teman saya yang memiliki disabilitas. Sangat sulit baginya untuk sekadar melakukan tos; lengannya yang berotot kaku tidak dapat menjangkau tangan saya. Sekarang, ketika memikirkannya, saya tidak bisa menonton hal-hal ini dan menganggapnya menarik. Siapa pun yang menciptakan hal-hal ini tidak tahu apa itu rasa sakit," ujar Miyazaki.
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%