Kumparan Logo

Game Call of Duty Tampilkan Al-Quran Berserakan di Lantai, Penerbit Minta Maaf

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Screenshot halaman Al-Quran berserakan di game Call of Duty: Vanguard. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Screenshot halaman Al-Quran berserakan di game Call of Duty: Vanguard. Foto: Istimewa

Activision meminta maaf usai dikecam karena menampilkan Al-Quran berserakan di lantai dalam game Call of Duty: Vanguard. Penerbit game tersebut pun telah menghapus konten Al-Quran berserakan tersebut dari Call of Duty: Vanguard.

Sebelumnya, Activision mendapat kritikan keras dari pemain Muslim yang menganggap game Call of Duty: Vanguard tidak sensitif terhadap kepercayaan mereka. Dalam Islam, Al-Quran dianggap suci dan tidak boleh diletakkan di lantai atau di permukaan yang kotor.

"Call of Duty dibuat untuk semua orang. Ada konten tidak sensitif terhadap komunitas Muslim yang salah dimasukkan minggu lalu, dan sejak itu telah dihapus dari permainan," kata juru bicara Activision dalam sebuah pernyataan kepada PC Gamer.

"Seharusnya tidak pernah muncul seperti yang terjadi dalam permainan. Kami sangat meminta maaf. Kami mengambil langkah segera secara internal untuk mengatasi situasi untuk mencegah kejadian seperti itu di masa depan."

Call of Duty: Vanguard merupakan game pertempuran yang berlatar Perang Dunia II. Game ini baru rilis pada 5 November lalu.

X post embed

Adapun halaman-halaman Al-Quran yang berserakan muncul dalam mode zombie selama kampanye Der Anfang, mode bertahan hidup dalam game tersebut di mana pemain harus menghadapi gelombang tentara zombie.

"Saya memahami upaya yang diperlukan untuk membuat dunia video game terasa nyata dan dapat dipercaya, namun untuk sepotong set dressing, mereka dapat menggunakan uraian tulisan lainnya," kata Anisa Sanusi, seorang pengembang game Muslim yang berbasis di London, kepada CNN.

"Sama sekali tidak ada alasan untuk memasukkan Al-Quran ke dalam hal ini."

Ini bukan pertama kalinya seri game Call of Duty mendapat kritik negatif dari pemain Muslim karena konten yang tidak sensitif. Pada 2012, pengembang Call of Duty: Modern Warfare 2 harus menghapus peta multiplayer karena menampilkan teks-teks dalam agama Islam, termasuk kata "Allah," di kamar mandi.