Kumparan Logo

Game Fortnite Hilang, Google dan Apple Digugat

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Game battle royale populer, Fortnite. Foto: Epic Games
zoom-in-whitePerbesar
Game battle royale populer, Fortnite. Foto: Epic Games

Konflik antara Fortnite dan platform toko aplikasi Apple App Store dan Google Play Store masih berlanjut. Kali ini berujung pada hilangnya aplikasi Fortnite dari toko aplikasi Android dan iOS.

Alasan penghapusan itu karena pengembang Fortnite, Epic Games, melanggar pedoman pembayaran di dalam aplikasi. Epic Games mengajukan tuntutan hukum anti-persaingan, tetapi mengklaim tak meminta uang dari dua raksasa teknologi tersebut.

Adapun hal yang diminta oleh Epic Games adalah meminta penerbitan perintah untuk menyetop praktik monopoli Apple dalam toko aplikasi.

Epic Games juga membuat sindiran kepada Google lewat video parodi iklan ‘1984’ milik Google, yang ujungnya menyudutkan perusahaan pemilik Android itu sebagai penjahat. Dalam video tersebut terdapat pesan untuk Google berbunyi “Don’t Be Evil”.

Kontroversi itu dimulai ketika Epic Games mengumumkan akan menawarkan diskon permanen sebesar 20 persen untuk pembelian mata uang dalam game Fortnite jika pemain membeli langsung dari Epic. Dalam posting di blog, Epic mengatakan pemain tidak bisa mendapatkan diskon jika mereka membayar melalui Apple atau Google.

Kerja sama Apple dan Google untuk membuat sistem pelacak virus corona. Foto: Apple, Google

"Saat ini, ketika pengguna menggunakan opsi pembayaran Apple dan Google, kedua perusahaan memungut biaya 30 persen, sehingga diskon 20 persen tidak berlaku,” kata Epic.

Atas kejadian itu, CEO Epic Games, Tim Sweeney, secara tegas mengkritik perilaku Apple dan Google. Beberapa saat setelahnya, Fortnite menghilang dari toko aplikasi Apple, kemudian dilanjutkan dengan gugatan dari Epic.

"Penghapusan Fortnite oleh Apple adalah contoh bagaimana Apple melenturkan kekuatan yang sangat besar untuk mengekang secara tidak masuk akal untuk mempertahankan monopoli 100 persen atas pasar pemrosesan pembayaran dalam aplikasi iOS," kata Epic dalam keluhannya, yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California.

Mereka meminta perintah untuk melarang tindakan Apple yang diduga anti persaingan dan memberi mandat kepada Apple untuk memulihkan persaingan. Menanggapi hal itu, Apple mengatakan bahwa Epic Games telah melanggar pedoman App Store terkait pembayaran dalam aplikasi.

“Epic Games mengambil langkah yang tidak menguntungkan karena melanggar pedoman App Store yang diterapkan untuk setiap pengembang dan dirancang untuk menjaga keamanan toko bagi pengguna kami," kata Apple dalam sebuah pernyataan, dilansir CNN Business. "Akibatnya, aplikasi Fortnite telah dihapus dari toko."

Game battle royale populer, Fortnite. Foto: Epic Games

Meskipun begitu, Apple mengatakan akan terbuka bekerja sama dengan Epic Games untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga Fortnite bisa kembali ke toko aplikasi App Store. 

Senada dengan Apple, Google juga mengatakan telah menghapus game Fortnite dari toko aplikasi Google Play Store, meskipun aplikasi masih bisa di-download oleh pengguna Android lewat sumber lain. Saat ini, pengguna yang sudah menginstal Fortnite di iOS atau Android masih bisa bermain, tetapi mereka tidak akan menerima pembaruan aplikasi.

“Ekosistem Android  yang terbuka memungkinkan pengembang mendistribusikan aplikasi melalui beberapa toko aplikasi," kata Google. "Untuk developer game yang memilih menggunakan Play Store, kami memiliki kebijakan konsisten yang adil bagi developer dan menjaga keamanan toko bagi pengguna.”

Meskipun Fortnite tetap tersedia di Android, Google mengatakan tidak dapat lagi menyediakannya di Play Store karena melanggar kebijakan perusahaan. Namun, Google menyambut baik kesempatan untuk melanjutkan diskusi dengan Epic dan membawa Fortnite kembali ke Google Play.

Sama seperti terhadap Apple, Epic juga menanggapi permasalahan ini dengan gugatan kepada Google. Mereka mengatakan bahwa "Google menggunakan kekuasaannya untuk menjatuhkan pesaing."

"Google menggunakan kekuatan besarnya untuk melakukan kejahatan terhadap pesaing, inovator, pelanggan, dan pengguna di banyak pasar yang dimonopoli," tulis gugatan Epic yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California.