Kumparan Logo

Gara-gara Mabuk, Pria Ini Kehilangan USB Berisi Data Pribadi Warga Sekota

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mabuk. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mabuk. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Seorang pria tak sengaja menghilangkan flashdisk USB gara-gara mabuk alkohol. Apesnya, perangkat tersebut berisi data pribadi semua warga salah satu kota di Jepang.

Pria berusia 40-an tahun yang tak diketahui namanya itu menghabiskan beberapa jam untuk menenggak minuman keras di sebuah restoran lokal di Suita, Prefektur Osaka, Jepang, pada 21 Juni 2022 lalu. Ia menyimpan stik USB tersebut di tasnya.

Pekerja IT tersebut tertidur di jalan setelah beberapa jam mabuk berat. Ketika bangun, ia malah menemukan tas yang berisi flashdisk USB miliknya hilang.

Meski terenkripsi dan terkunci password, perangkat yang hilang menyimpan data pribadi 465.177 penduduk Amagasaki. Data warganya terdiri dari tanggal lahir, alamat, nomor rekening bank, hingga rincian pajak.

Ilustrasi flashdisk USB. Foto: Shutterstock

Pria tersebut merupakan karyawan Biprogy. Perusahaan teknologi itu disewa oleh pemerintah kota untuk mencari tahu warganya yang memenuhi syarat untuk pembebasan pajak.

“Kami sangat meminta maaf kepada warga Amagasaki, kota Amagasaki, dan semua pihak terkait atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh hilangnya informasi penting yang dipercayakan kepada kami,” kata perusahaan dalam sebuah pernyataan kepada pers lokal, seperti dikutip Vice.

Karyawan itu menyimpan data di flashdisk USB untuk ditransfer ke salah satu pusat data. Perangkat tersebut seharusnya diformat ulang setelah dipakai, lalu disimpan di lokasi yang ditentukan.

Tapi, ia justru tidak mengindahkan perintah tersebut, dan malah memasukkan stik memori eksternal itu ke dalam tasnya. Pria itu, bersama dengan tiga pegawai lainnya, pergi untuk minum alkohol.

Ilustrasi soju Foto: Dok.Shutterstock

Meski tas dan USB-nya berhasil ditemukan di sebuah apartemen di Suita pada 24 Juni 2022, insiden tersebut telah membuat banyak warga Amagasaki marah. Kantor pemerintah kota dibanjiri 30.000 panggilan telepon dalam sehari, setelah mengumumkan kabar kehilangan USB berisi data pribadi warganya itu pada 23 Juni 2022.

Biprogy mengatakan akan memantau dark web, bagian tersembunyi di dunia internet yang memerlukan software khusus untuk membukanya, apabila data pribadi warga Amagasaki muncul di sana. Pemerintah kota juga menyediakan layanan telepon khusus untuk warga yang khawatir dengan data pribadinya.

Jepang disebut punya keamanan siber buruk

Jepang terkenal dengan kemajuan teknologinya. Tapi, hal itu tidak diimbangi dengan keamanan sibernya.

Survei Tokyo Shoko Research, perusahaan yang mengumpulkan informasi tentang bisnis Jepang, pada 2021 lalu menyebutkan ada lebih dari 5 juta data pribadi masyarakat yang bocor atau hilang di Jepang. Dari angka tersebut, hampir setengahnya disebabkan oleh virus komputer atau akses tidak sah (peretasan).

Sementara raksasa otomotif Jepang Toyota juga pernah mengalami serangan siber ransomware pada Maret 2022. Kala itu, ransomware menyerang pemasoknya sehingga perusahaan terpaksa menghentikan sementara produksi dalam negerinya.