Gojek Beri Bantuan Mitra Driver yang Terinfeksi Virus Corona

Menghadapi bencana wabah virus corona yang semakin merebak di Indonesia, perusahaan penyedia jasa ride-hailing Gojek menyiapkan langkah-langkah untuk membantu para mitra driver yang terkena dampak. Salah satunya memberikan bantuan kepada mitra sopir Gojek yang terinfeksi virus corona.
Mitra driver ojek maupun taksi online menjadi salah satu kelompok yang memiliki risiko penularan paling tinggi, karena harus mencari nafkah di jalan raya. Untuk itu, Gojek menyiapkan skema bantuan pendapatan mitra driver yang positif terkena COVID-19.
Co-founder sekaligus CEO Gojek Kevin Aluwi menjelaskan, skema bantuan tersebut berupa dukungan pendapatan dan menghentikan sementara cicilan yang berjalan, misalnya, premi asuransi, cicilan kendaraan, dan sebagainya. Bantuan itu akan terus dialirkan hingga mitra driver dapat bekerja kembali.
Selain itu, untuk keamanan bersama, Gojek juga menonaktifkan sementara akun mitra yang sedang dalam observasi tes COVID-19, hingga adanya konfirmasi tes kesehatan dari pemerintah. Dengan begitu, perusahaan bisa memastikan bahwa mitra mereka tidak akan menjadi ‘penyebar super’.
Gojek juga memiliki tim yang bekerja 24 jam dalam 7 hari untuk membantu menghubungkan mitra dengan rumah sakit atau otoritas kesehatan, jika memiliki isu terkait dengan COVID-19.
“Gojek berupaya untuk tetap membuat masyarakat menjalani kehidupan senormal mungkin di tengah tantangan COVID-19, termasuk para mitra di ekosistem kami,” jelas Kevin Aluwi dalam pernyataan resmi, Kamis (19/3).
Secara keseluruhan, Gojek juga menekankan tiga area penting dalam pencegahan penyebaran COVID-19, yaitu social distancing alias jaga jarak dengan orang-orang di sekitar, mempraktikkan gaya hidup sehat, dan menjaga produktivitas.
Untuk social distancing, Gojek juga mengupayakan hal itu bisa terus dilakukan oleh mitra driver. Perusahaan menyediakan pilihan pengiriman makanan pesanan dengan meminimalisir kontak langsung antara pelanggan dan mitra pengemudi.
Sejak 12 Maret lalu, Gojek telah meluncurkan serangkaian pedoman food safety kepada merchant, termasuk inisiatif baru yaitu Kartu Penanda Suhu Tubuh yang berisi informasi mengenai suhu tubuh dari pihak yang menangani makanan yang dipesan. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan menjaga agar makanan tetap higienis hingga di tangan pelanggan.
“Ekosistem Gojek terdiri dari ratusan juta individu, dan kami yakin upaya pencegahan yang dilakukan Gojek dapat memiliki dampak besar dalam memperlambat atau mencegah penyebaran COVID-19,” tegas Kevin.
