Kumparan Logo

Google Cloud Ekspansi Jakarta Cloud Region, Siap Penuhi Kebutuhan AI Organisasi

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia, di sela acara Google Cloud Summit Jakarta 2025 yang berlangsung di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Kamis (22/5). Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia, di sela acara Google Cloud Summit Jakarta 2025 yang berlangsung di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Kamis (22/5). Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Google Cloud mengumumkan perluasan kapasitas komputasi awan (cloud) di Jakarta, Jakarta Cloud Region. Ekspansi ini memungkinkan Google Cloud memenuhi kebutuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi banyak organisasi di Indonesia.

Kabar tersebut diungkap oleh Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia, di sela acara Google Cloud Summit Jakarta 2025 pada Kamis (22/5). Acara itu juga menandai lima tahun kehadiran Google Cloud di Indonesia.

"Minggu ini kita sudah launch, kita ekspansi our Jakarta Cloud Region untuk memenuhi kebutuhan AI, itu ada machine learning, predictive analytics," kata Fanly.

Jakarta Cloud Region terdiri atas pusat data berkapasitas besar (data center hyperscale) yang saling terhubung. Google sendiri memiliki tiga data center di Jakarta.

Data center ini menjadi tempat untuk menampung server, chip silikon, perangkat penyimpanan, dan peralatan jaringan, yang berfungsi sebagai infrastruktur fisik yang memberikan layanan dari Google Cloud. Infrastruktur bertindak sebagai "otak dan tulang punggung digital" untuk memastikan sistem dan aplikasi organisasi tersedia, aman, dan dapat diakses.

Dengan ekspansi terbaru, Fanly menjanjikan kapasitas Jakarta Cloud Region sudah cukup aman untuk menampung banyak pelanggan organisasi selama lima tahun ke depan.

Ilustrasi data center Google Cloud. Foto: Google Cloud

Cloud Region di Google Cloud Indonesia di Jakarta cukup untuk pelaku industri yang ada di Indonesia (memenuhi kebutuhan data center AI).

- Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia -

Salah satu contoh konkret pemanfaatan AI disebutkan dalam kerja sama dengan Bio Farma. BUMN itu menggunakan teknologi Google Cloud untuk riset dan pengembangan vaksin, serta memastikan distribusi vaksin secara aman ke seluruh pelosok Indonesia.

Google Cloud Rilis Program Akselerator Startup AI, Gandeng Komdigi

Google Cloud juga mengumumkan peluncuran pogram akselerator startup AI di Indonesia bernama 'Google for Startups Accelerator Southeast Asia: Indonesia AI-Focused'. Google bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menjadi mitra dalam program ini.

Program ini untuk mendukung startup dengan potensi pertumbuhan tinggi yang berkantor pusat di Indonesia yang membangun produk baru dengan AI generatif (gen AI) atau AI agentic sebagai teknologi intinya. Targetnya diharapkan bisa melahirkan 100 startup AI potensial dalam lima tahun ke depan.

Pendaftaran saat ini terbuka untuk 20 startup dalam gelombang pertama yang akan bergabung dalam program perdana selama tiga bulan yang bersifat equity-free (tanpa perlu melepas saham). Program ini akan dimulai pada september 2025.

"Benefitnya adalah Google Cloud Credit sampai dengan 350 ribu dolar AS ketika lulus, technical support untuk integrated AI tech stack, dedicated mentorship dari Google dan industry experts, juga pertemuan dengan potential investor dan tentu saja kita akan connecting our network customers," ungkap Fanly.

Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia, di sela acara Google Cloud Summit Jakarta 2025 yang berlangsung di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Kamis (22/5). Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Indonesia BerdAIa, Program Bantu Organisasi Bangun Solusi AI Kustom

Selain itu, Google Cloud turut merilis Indonesia BerdAIa, sebuah program ekosistem untuk membantu organisasi membangun dan menerapkan solusi AI kustom. Program ini dimulai dengan 15 anggota organisasi, yakni Angkasa Pura Indonesia, Bank Central Asia, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Dana, Fore Coffe, Indosat Ooredoo Hutchison, Kalbe Farma, MAXStream, Paragon Technology dan Innovation, Sarana AI, Semen INdonesia, Universitas Brawijaya, dan Vidio.

Program ini akan memanfaatkan technology stack AI Google Cloud yang terintegrasi sepenuhnya, termasuk model Gemini 2.5 terbaru, dan model media gen AI yang diumumkan di Google I/O, serta dukungan para pakar AI dan ekosistem partner.

"Supaya kita dengan semua mitra bisnis pelaku industri berbagai sektor itu bisa menciptakan, building AI use cases," ujarnya.

Setiap organisasai anggota program akan difasilitasi dengan pembuatan bersama roadmap AI yang disesuaikan dan ditindaklanjuti, pemrioritasan kasus penggunaan AI yang tepat, pengembangan solusi AI yang terbuka dan dapat dioperasikan secara bersama-sama, perumusah metrik yang jelas, pembentukan dewan risiko, serta keahlian AI enterprise melalui program pelatihan seperti Google Cloud Skills Boost untuk Organisasi dan Juara GCP.