Kumparan Logo

Google Daydream VR Bisa Dinikmati di Samsung Galaxy S8

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Samsung Galaxy S8 dan S8 Plus. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)
zoom-in-whitePerbesar
Samsung Galaxy S8 dan S8 Plus. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)

Setahun yang lalu, Google memperkenalkan standar desain software dan hardware virtual reality (VR) Daydream. Sejak saat itu kita semua bertanya-tanya dan membayangkan perangkat apa saja yang akan mendukung platform VR tersebut. Pertanyaan itu akhirnya terungkap di konferensi teknologi Google I/O yang diselenggarakan Rabu (17/5) di Mountain View, California, AS. Google mengkonfirmasi Daybream nantinya bisa digunakan untuk ponsel Samsung Galaxy S8, S8 Plus, dan ponsel flagship selanjutnya dari LG. Google mengatakan Daydream akan kompatibel dengan kedua ponsel Samsung tersebut setelah pembaruan peranti lunak yang akan segera dikeluarkan sekitar Juni hingga September. Vice President of Virtual Reality Google, Clay Bavor, mengatakan pembaruan ini akan menjadi momentum yang bagus bagi Daydream dan ia mengaku senang program itu bisa kompatibel dengan ponsel Galaxy S8 meskipun Samsung sebenarnya sudah memiliki platform VR sendiri. Perangkat VR Mandiri Selain itu, Google juga mengumumkan akan menciptakan perangkat VR mandiri (standalone) yang tidak memerlukan ponsel untuk menggunakannya. Headset VR yang disebut Google sebagai "WorldSense" itu diperkuat teknologi dari sistem augmented reality (AR) Tango.

video youtube embed

Google menciptakan desain dari perangkat tersebut dengan bantuan dari perusahaan cip Qualcomm, juga bekerja sama dengan HTC dan Lenovo untuk peranti kerasnya. Untuk saat ini, belum ada tanggal dan harga yang diumumkan oleh Google terkait perangkat itu. Google sudah mengembangkan purwarupa dari perangkat ini dan Lenovo serta HTC akan merilis versi komersialnya dalam beberapa bulan ke depan.

X post embed

Purwarupa itu dideskripsikan oleh Bavor sebagai perangkat yang kaku, tapi menghasilkan pengalaman yang lebih baik ketimbang Gear VR milik Samsung atau Daydream. Sistem penerjemahan atau rendering-nya disebut memberikan kualitas grafis dengan performa tinggi tapi berdaya rendah. Rencana Google ini akan menempatkan perusahaan untuk bersaing dengan Oculus dan Intel, yang sudah lebih dahulu memperkenalkan headset VR mandiri dengan sistem pelacak.