Kumparan Logo

Google Maps Update Besar-besaran, Ada Fitur Irit Bensin

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ikon aplikasi Google Maps di smartphone. Foto: REUTERS Dado Ruvic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ikon aplikasi Google Maps di smartphone. Foto: REUTERS Dado Ruvic

Fitur pemandu di Google Maps tak lagi hanya kasih kamu rute tercepat untuk sampai ke tujuan. Lewat update fitur terbaru dengan tema eco-friendly, peta online tersebut juga akan kasih kamu rute tercepat dengan penggunaan bensin paling efisien.

Dalam keterangan di situs web resmi mereka, Google Maps bilang fitur pemandu rute yang hemat bensin akan hadir pada akhir tahun 2021, baik itu untuk pengguna Android maupun iOS. Lewat fitur ini, kamu akan disuguhkan rute dengan “jejak karbon terendah” secara default, jika rute hemat bensin itu memiliki estimasi waktu tiba (ETA) yang kira-kira sama dengan rute tercepat.

“Jika rute ramah lingkungan dapat meningkatkan ETA Anda secara signifikan, kami akan mengizinkan Anda membandingkan dampak relatif CO2 di antara rute sehingga Anda dapat memilih,” kata Google Maps.

Seperti yang dilihat lewat GIF di bawah, fitur rute terbaru dari Google Maps memiliki simbol daun hijau. Ketika diklik, fitur ini akan menampilkan berapa persen bensin yang dapat kamu hemat dibanding rute tercepat yang biasa.

Fitur pemandu rute irit bensin dari Google Maps. Foto: Google

Tentunya, dengan penggunaan bensin yang efisien, kamu enggak cuma irit pengeluaran buat beli bensin. Lebih dari itu, kamu juga berpartisipasi untuk mengurangi polusi dari kendaraan yang kamu pakai.

Google bilang, fitur rute yang efisien bensin ini akan tiba untuk pengguna AS terlebih dahulu. Tidak jelas kapan pengguna Indonesia bisa menjajal fitur baru ini, namun perusahaan janji fitur ini bakal tersedia secara global.

Bersama dengan fitur ramah bensin, Google Maps juga akan memiliki peringatan zona emisi rendah, yang tidak mengizinkan beberapa kendaraan dengan tingkat emisi tertentu untuk masuk.

Google mengatakan notifikasi ini akan diluncurkan di Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, dan Inggris Raya di Android dan iOS Juni ini. Negara lain akan menyusul kemudian.

Fitur pengingat zona emisi rendah. Foto: Google

Tak hanya fitur rute ramah lingkungan, Google juga mempersiapkan banyak fitur baru yang direncanakan untuk Google Maps, mulai dari alat baru untuk membantu navigasi dalam ruangan hingga pemantau kualitas udara.

Dalam beberapa bulan ke depan, Google akan merilis fitur Live View. Ini merupakan petunjuk arah dengan augmented reality sebagai petunjuk rute di dalam ruangan publik, seperti mal dan bandara.

Namun, fitur Live View ini belum diluncurkan secara luas. Ia saat ini hanya tersedia di beberapa mal di Chicago, Long Island, Los Angeles, Newark, San Francisco, San Jose, dan Seattle. Google menyebut akan meluncurkan petunjuk arah Live View dalam ruangan di stasiun transit tertentu, bandara, dan mal di Tokyo dan Zurich dalam beberapa bulan mendatang.

Tidak jelas kapan fitur ini akan tersedia di Indonesia, tetapi Google bilang kalau Live View akan tersedia di banyak kota di masa depan.

X post embed

Update besar-besaran Google Maps juga termasuk pembaruan antarmuka untuk mempermudah memilih moda transportasi umum.

Saat ini, kamu harus beralih ke tab yang berbeda untuk melihat lebih detail tentang opsi transportasi yang ada di sekitar kamu. Namun, dengan antarmuka baru ini, kamu hanya perlu scroll daftar yang ada usai memilih lokasi tujuan.

Google mengatakan antarmuka baru ini akan diluncurkan secara global dalam beberapa bulan mendatang.

Update antarmuka aplikasi Google Maps juga termasuk pemantau cuaca dan kualitas udara. Fitur pemantau ini bakal diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang di Android dan iOS. Ia akan terlebih dahulu hadir bagi pengguna di Australia, India, dan AS, dengan rilis global setelahnya.

Fitur pemantau kualitas udara. Foto: Google