Google Matikan Fitur Penting Ini di Google Maps Ukraina
·waktu baca 2 menit

Google memutuskan menonaktifkan sementara beberapa fitur penting Google Maps di Ukraina. Fitur-fitur tersebut memberikan informasi tentang kondisi lalu lintas dan seberapa sibuk tempat-tempat seperti toko dan restoran di Ukraina.
Melansir Reuters, Google itu mengambil tindakan ini demi untuk keselamatan warga dan komunitas lokal di negara itu, setelah berkonsultasi dengan beberapa pihak, termasuk otoritas regional.
Namun meskipun fitur informasi lalu lintas dimatikan, Google masih menyediakan fitur navigasi untuk para pengendara di wilayah tersebut.
Selain langkah-langkah di atas, layanan online dan situs media sosial juga juga telah disadap oleh para peneliti yang mengumpulkan aktivitas seputar perang.
Sebelumnya, Dr. Jeffrey Louis, profesor di Institut Studi Internasional Middlebury California mengatakan di Twitter pribadinya jika Google Maps membantunya melacak “kemacetan lalu lintas” yang ditimbulkan oleh pergerakan Rusia menuju perbatasan beberapa jam sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan serangan.
Padahal, data lalu lintas tersebut kemungkinan bukan berasal dari para tentara Rusia yang membawa smartphone, melainkan dari warga sipil yang terjebak di jalan.
Diketahui sejak Kamis (24/2) Rusia telah melakukan invasi kepada Ukraina. Dalam keterangan Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada Minggu (27/2) malam, total warga sipil yang tewas selama invasi Rusia mencapai 352 orang. Sedangkan warga yang terluka sebanyak 1.684 orang, termasuk 116 anak-anak.
Invasi Rusia ke Ukraina turut mengganggu operasional banyak perusahaan teknologi dan startup di sana, termasuk Google sendiri. Saat ini diketahui ada ratusan karyawan Google yang terjebak karena perang Rusia - Ukraina.
Presiden Google Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA) Matt Brittin, sampai meminta para karyawan untuk berlindung dan tetap berada di rumah masing-masing.
"Hari ini kami meminta seluruh karyawan yang berada di Ukraina untuk berlindung dan membatasi seluruh pergerakan," kata Brittin, mengutip Bussiness Insider via Gizchina.
Pihak Google dalam hal ini tim keamanan perusahaan juga diketahui telah berupaya menghubungi seluruh karyawannya di Ukraina secara langsung.
