Kumparan Logo

Google Ungkap Alasan Hasil Pencarian Kata 'Idiot' Selalu Muncul Trump

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump. (Foto: REUTERS / Yuri Gripas)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump. (Foto: REUTERS / Yuri Gripas)

Mesin pencarian Google sempat menjadi sorotan di Amerika Serikat. Setiap dilakukan pencarian dengan kata kunci 'idiot', selalu keluar foto Presiden AS Donald Trump.

CEO Google, Sundar Pichai, dimintai keterangan dalam rapat dengar pendapat Komisi Hukum Parlemen Amerika Serikat di Washington, pada pekan ini, terkait tuduhan Google bersikap diskriminasi terhadap Presiden Trump dan Partai Konservatif.

Dalam kesaksian tersebut, Pichai menerima pertanyaan dari anggota parlemen Zoe Lofgren yang menuduh Google secara politis telah memanipulasi hasil pencariannya.

“Saat ini, jika Anda cari di Google kata‘ idiot’ di bagian pencarian gambar, maka gambar Donald Trump muncul. Saya baru saja melakukannya,” ujar Lofgren, seperti dikutip The Verge. "Bagaimana itu bisa terjadi?"

Anggota parlemen Lamar Smith juga menyatakan hasil pencarian Google bias terhadap kaum atau partai konservatif. Smith mengacu pada sebuah studi oleh kritikus Robert Epstein, dan sebuah penelitian yang diterbitkan oleh PJ Media.

CEO Google, Sundar Pichai (Foto: Stephen Lam/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
CEO Google, Sundar Pichai (Foto: Stephen Lam/Reuters)

Dengan tegas Pichai membantah tuduhan-tuduhan jika perusahaannya melakukan kecurangan tertentu yang membuat seseorang merasa dirugikan.

Kemudian, Pichai mencoba menjelaskan bagaimana cara kerja mesin pencari Google di hadapan para anggota parlemen AS.

"Setiap kali Anda mengetikkan kata kunci, kami (Google) ke luar mencari, menjelajah dan menyimpan salinan miliaran situs web di indeks kami. Dan kami mengambil kata kunci dan menyocokkannya dengan laman mereka dan memberi peringkat berdasarkan lebih dari 200 sinyal, seperti relevansi, kesegaran, popularitas, bagaimana orang lain menggunakannya," ungkapnya.

Pichai menambahkan berdasarkan hal tersebut, Google akan memberikan peringkat dan menemukan hasil pencarian terbaik untuk pencarian dengan kata kunci yang dimasukkan.

Ini bekerja dalam skala besar, dan kami tidak campur tangan secara manual pada hasil pencarian tertentu.

Sebelumnya, Presiden Trump merasa 'dicurangi' oleh Google terkait pemberitaan tentang dirinya. Trump menganggap Google tidak berlaku adil dalam menyajikan berita soal dirinya di mesin pencarian.

X post embed

Anomali pencarian Google dengan kata kunci 'idiot' yang menampilkan gambar atau foto Donald Trump terjadi pada Agustus lalu.

Fenomena yang disebut sebagai 'Google Bombing' itu terjadi karena banyak artikel berbahasa Inggris berisi kampanye penolakan Trump ke Inggris dan memasukkan kata 'American Idiot' dalam berita utama, lengkap dengan gambar Trump. Hal itu memperkuat tautan antara gambar Trump dan kata kunci idiot.

Amien Rais di Al-Azhar. (Foto: AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Amien Rais di Al-Azhar. (Foto: AFP)

Alhasil, setiap kali kata idiot dicari di Google, maka akan keluar foto Trump. Kasus ini sama seperti bagaimana masyarakat Indonesia akan menemukan foto Amien Rais saat mencari kata 'setan' di Google.

Keluarnya foto Amien dalam pencarian kata tersebut disebabkan sejumlah berita yang mengutip perkataan Amien yang berisi kata 'setan' di dalamnya.