Kumparan Logo

Grab Batasi Rekrut Karyawan Baru, Tunda Naik Gaji Manajemen Senior

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Grab Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Grab Foto: Reuters

Grab, perusahaan ride-hailing yang bermarkas di Singapura, dilaporkan mulai melakukan efisiensi guna menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini. Langkah yang dilakukan adalah mulai merekrut karyawan baru secara hati-hati hingga menunda kenaikan gaji bagi pegawai level manajemen senior.

Menurut laporan Reuters yang berasal dari sumber yang dekat dengan isu ini dan bocoran memo internal perusahaan, Grab akan membatasi perekrutan karyawan baru, menunda kenaikan gaji pegawai level manajemen senior, serta memotong alokasi dana pengeluaran dan perjalanan. Memo tersebut ditulis oleh pendiri sekaligus CEO Grab, Anthony Tan.

Tan mengatakan dalam memo itu bahwa Asia Tenggara tidak akan terhindar dari kenaikan harga dan suku bunga, serta dampak yang diakibatkannya terhadap pertumbuhan. Grab disebutnya juga akan membekukan sebagian besar permintaan pekerjaan terbuka saat ini yang tidak dalam tahap penawaran, sembari menambahkan permintaan untuk mengisi peran penting perlu disetujui.

Dia mengatakan manajemen senior, dalam hal ini level direktur ke atas, tidak akan memenuhi syarat untuk kenaikan gaji dalam tinjauan mereka yang akan datang. Sementara itu, anggaran perjalanan dan pengeluaran akan dikurangi 20 persen lagi dari acuan sebelumnya.

"Tidak satu pun dari keputusan ini yang mudah, tetapi dimaksudkan untuk membantu kami menjadi lebih ramping dan bugar, karena kami mempercepat lebih cepat menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan."

Tan menambahkan, karyawan Grab perlu mengadopsi pola pikir hemat dan hati-hati saat mempersiapkan diri untuk 2023 mendatang.

Kantor Grab di Singapura. Foto: Edgar Su/Reuters

Sebelumnya di laporan keuangan yang rilis November 2022 lalu, Grab melaporkan kerugian yang semakin menipis, didukung bisnis pesan antara makanan dan grosir yang semakin ramai. Namun itu tidak cukup untuk menghadapi angin ekonomi makro yang mengguncang bisnis-bisnis besar.

Grab Indonesia menutup unit bisnis Grab Kitchen dan Grab Dark Store di Indonesia pada akhir tahun ini untuk menghemat pengeluaran. Langkah tersebut diikuti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) beberapa karyawan yang terlibat di dalamnya.

COO Grab, Alex Hungate, mengatakan mereka belum mengharapkan PHK massal pada September 2022 lalu. Perusahaan disebutkan fokus dalam perekrutan yang lebih selektif.