Kumparan Logo

Grab dan OVO Kolaborasi Dorong UMKM Modern di Pontianak Lewat 'Kota Masa Depan'

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Edi Rusdi Kamtono, Wali Kota Pontianak (kiri); Maman Abdurrahman, Menteri UMKM RI (tengah); Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia (kanan). Foto: Hi!Pontianak/Rabiansyah
zoom-in-whitePerbesar
Edi Rusdi Kamtono, Wali Kota Pontianak (kiri); Maman Abdurrahman, Menteri UMKM RI (tengah); Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia (kanan). Foto: Hi!Pontianak/Rabiansyah

Grab Indonesia dan OVO berkolaborasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia serta Pemerintah Kota Pontianak, menyelenggarakan program akselerasi digital ‘Kota Masa Depan’ di Kota Pontianak pada Senin (2/6).

Kota Masa Depan sendiri merupakan sebuah program untuk mendorong UMKM dan pengusaha kreatif dengan memanfaatkan ekosistem Grab di kota-kota potensial, termasuk Pontianak yang akan berjalan selama empat bulan ke depan. Dalam hal ini, para UMKM didorong untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan pendapatan mereka.

Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, mengatakan selain kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya, kota-kota lain berhak untuk mendapatkan pengembangan usaha agar ekonominya terus bergerak melalui digitalisasi yang ada. Program Kota Masa Depan yang digagas Grab sudah ada sejak 2021, di mana sudah ada lebih dari 26.000 UMKM bergabung.

"Senang sekali kami bisa berkumpul di sini untuk temu sapa digitalisasi UMKM dalam rangka mengawali program 'Kota Masa Depan' yang akan berjalan empat bulan ke depan di Kota Pontianak,” ungkap Neneng Goenadi di Warung Kopi Asiang, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (2/6).

UMKM di pasar tradisional akan didorong untuk bertransformasi menjadi digital. Tak hanya digitalisasi pasar tradisional, dalam program ini Grab juga akan terus membuka peluang kepada para pekerja lepas dan perempuan.

Karena kami ingin memberikan peluang kepada pekerja lepas untuk bisa mendapatkan penghasilan. Tentunya program ini tidak bisa kami lakukan sendiri kami selalu berkolaborasi nyata dengan berbagai pihak, tentunya partisipasi bapak dan ibu mitra Grab, bapak dan ibu semua.”

- Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia -

Grab percaya bahwa masa depan ada di kota-kota kecil di Indonesia dan mendukung UMKM menjadi pahlawan ekonomi di kota-kota lainnya.

Program Kota Masa Depan kolaborasi Grab dan OVO untuk mendorong digitalisasi UMKM di kota Pontianak. Foto: Hi!Pontianak/Rabiansyah

Sementara Maman Abdurrahman, Menteri UMKM Republik Indonesia, mengatakan bahwa apa yang dilakukan Grab dan OVO adalah inisiatif yang baik. Sebab, banyak sekali usaha-usaha mikro yang omzetnya meningkatkan berkat digitalisasi dengan tidak mengesampingkan sistem tradisionalnya. Salah satu cara untuk meningkatkan omzet tersebut adalah dengan memanfaatkan ekosistem digital yang dimiliki Grab.

“Program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan omzet penjualan para UMKM, khususnya di Kota Pontianak. Nanti Grab ada program Pontianak Kota Modern yakni kota yang ramah dengan teknologi informasi, Grab akan komitmen terus membangun sistem agar Pontianak ke depan lebih ramah dengan arus informasi teknologi digital khususnya untuk pengusaha mikro di Kota Pontianak,” kata Maman.

Sementara Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik program ini untuk bisa membangun kewirausahaan yang ada di Kalimantar Barat, khususnya di Kota Pontianak agar ke depan UMKM bisa terus naik kelas.

“Digitalisasi tidak bisa dihindari, salah satunya digitalisasi UMKM sebenarnya di Kota Pontianak sudah beralih ke digital termasuk di pasar-pasar kurang lebih 1.000 pedagang sudah berubah cara berdagangnya. Memang digitalisasi sudah mulai, sebagian besar anak-anak muda belanja pakai online,” kata Edi Kamtono.

Dengan adanya kolaborasi ini, Pontianak dapat memperkuat digitalisasi. Ini juga dapat meningkatkan UMKM sebagai pondasi dasar yang telah menopang ekonomi di Kota Pontianak.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini terus berlanjut tidak hanya berhenti di 4 bulan ke depan,” pungkasnya.