Kumparan Logo

Grab: Driver yang Pakai 'Tuyul' Turun Drastis

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penumpang ojek motor Grab di Vietnam. (Foto: REUTERS/Kham)
zoom-in-whitePerbesar
Penumpang ojek motor Grab di Vietnam. (Foto: REUTERS/Kham)

Penggunaan 'tuyul' atau fake GPS oleh mitra pengemudi transportasi online sempat meresahkan pengelola selaku penyedia jasa. Sekarang, keluhan mengenai perjalanan fiksi yang dilakukan oleh mitra nakal sudah mulai tak terdengar.

Pengembang aplikasi transportasi online Grab menyatakan perilaku order fiktif saat ini telah menurun drastis.

Co-Founder Grab Hooi Ling Tan, berkata aktivitas tipuan mitra nakal tersebut kini telah berkurang hingga kurang dari satu persen pada akhir 2018. Hal ini juga disebut sukses dilakukan di Indonesia, dan akan terus diberantas hingga ke akar-akarnya.

“Kami telah menginvestasi teknologi terbaik yang dapat membantu kami mengurangi jumlah ‘tuyul’. Kini penipuan di platform kami telah kurang dari 1 persen,” kata Hooi Ling.

Co Founder Grab, Tan Hooi Ling. (Foto: Grab)
zoom-in-whitePerbesar
Co Founder Grab, Tan Hooi Ling. (Foto: Grab)

Grab memberantas penipuan ini dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk bisa mendeteksi order fiktif secara akurat.

Jika terjadi kecurangan, pihak Grab akan menindak secara tegas dengan memberikan pembekuan, yang dinamakan color coding. Color coding sendiri terdiri dalam beberapa tingkatan sesuai dengan kecurangan yang dilakukan oleh mitra pengemudi.

“Suspensi tingkatannya beragam. Untuk kategori yang masih bisa dapat kesempatan, kita akan mempertimbangkan untuk mencabut suspensinya. Kalau tindakan kiriminal, tidak bisa kita tolerir. Kalau barang hilang masih bisa kita pertimbangkan. Suspensi driver itu juga dapat kita cabut sesuai tingkat pelanggarannya,” jelas Ridzki,

Aplikasi Grab (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi Grab (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)

Jika terjadi kesalahan pada algoritma di mana AI mendeteksi kecurangan padahal tidak ada kesalahan pada perjalanan, maka mitra pengemudi bisa melakukan banding dengan cara mengisi formulir dan mengirimkannya ke situs khusus mitra pengemudi. Mitra juga bisa langsung mengunjungi driver center jika diperlukan.

Grab memang telah bekerja sama dengan perusahaan ternama untuk mengadopsi teknologi-teknologi yang dimilikinya. Hingga saat ini, Grab telah mendapat investasi teknologi dari perusahaan-perusahaan seperti Microsoft dan SoftBank untuk memberantas masalah-masalah seperti kecurangan ‘tuyul’ ini.