Tekno & Sains
·
14 Januari 2021 13:37

Grab Financial Group Dapat Investasi Rp 4,2 Triliun, Siapa Saja Investornya?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Grab Financial Group Dapat Investasi Rp 4,2 Triliun, Siapa Saja Investornya? (28385)
Ilustrasi Grab Foto: Reuters
Raksasa layanan on-demand Grab mengumumkan pendanaan seri A senilai 300 juta dolar AS (sekitar Rp 4,2 triliun) yang diterima anak usahanya, Grab Financial Group (GFG). Dengan pendanaan ini, GFG memiliki valuasi senilai 3 miliar dolar AS, menurut laporan The Financial Times.
ADVERTISEMENT
Investasi tersebut dipimpin oleh perusahaan Korea Selatan, Hanhwa Asset Management, dengan partisipasi dari K3 Ventures, GGV Capital, Arbor Ventures dan Flourish Ventures. Baik K3 Ventures dan GGV Capital adalah investor awal di Grab, yang didirikan pada tahun 2012.
Grab Financial Group saat ini memiliki sejumlah layanan ke konsumen di Asia Tenggara , seperti GrabPay, GrabFinance, GrabInsurance, GrabInvest, hingga GrabRewards.
Dalam pernyataan resminya, GFG mengatakan kalau total pendapatan mereka telah tumbuh lebih dari 40 persen pada tahun 2020, jika dibandingkan tahun 2019. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan konsumen terhadap layanan terbaru seperti AutoInvest, sebuah platform investasi yang memungkinkan pengguna menginvestasikan sejumlah kecil uang dalam satu waktu melalui aplikasi Grab dan produk asuransi.
ADVERTISEMENT
“Kami berada pada titik perubahan di Asia Tenggara, karena pandemi telah mempercepat kebutuhan akan layanan keuangan digital yang membantu kami tumbuh dan melindungi pendapatan kami,” kata Reuben Lai, Senior Managing Director Grab Financial Group, dalam keterangan resminya.
“Kami dengan senang hati memanfaatkan keahlian investor top yang memahami layanan keuangan dan fintech dengan baik, sehingga kami dapat terus membangun dan membuka akses ke layanan keuangan yang terjangkau dan transparan bagi jutaan orang yang kurang terlayani dan bisnis kecil, dan membuat terobosan ke bidang keuangan.”
Grab Financial Group sendiri sebelumnya telah mengumumkan peluncuran beberapa produk keuangan untuk konsumen dan UKM pada Agustus 2020.
Grab Financial Group Dapat Investasi Rp 4,2 Triliun, Siapa Saja Investornya? (28386)
Ilustrasi aplikasi Grab. Foto: Shutterstock
Adapun penggunaan layanan keuangan digital oleh konsumen dan UKM di Asia Tenggara meningkat selama pandemi COVID-19. Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company pada November 2020, misalnya, penggunaan aplikasi perbankan dan pembayaran online, pengiriman uang, produk asuransi, dan platform investasi robo-advisor telah tumbuh pada tahun 2020.
ADVERTISEMENT
Nilai pendapatan layanan keuangan digital di Asia Tenggara, menurut laporan itu, dapat mencapai 60 miliar dolar AS pada tahun 2025.
“Kami berharap GFG untuk melanjutkan pertumbuhan eksponensial di belakang model bisnis inovatif yang mendukung perubahan gaya hidup konsumen yang lebih luas, serta hubungan yang sangat sinergis dengan Grab, unicorn Asia Tenggara terbesar,” kata CEO Hanhwa Asset Management Yong Hyun Kim dalam keterangan yang sama.
Sebelumnya, pada Februari 2020 Grab mengumumkan telah mengumpulkan 856 juta dolar AS dalam pendanaan untuk menumbuhkan layanan pembayaran dan keuangan mereka.
Kabar itu muncul di saat yang bersamaan dengan spekulasi bahwa Grab dan Gojek, salah satu rival utamanya, akan meger.
Namun, kabar terbaru menyebut bahwa pembicaraan kedua startup raksasa ojek online tersebut terhenti, menurut laporan TechCrunch. Gojek kini dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk bergabung dengan platform e-commerce Tokopedia sebagai gantinya.
ADVERTISEMENT
Menurut catatan Bloomberg, jika Gojek dan Tokopedia merger, keduanya akan memiliki nilai 18 miliar dolar AS, menjadikannya saingan yang lebih tangguh bagi Grab di masa depan.