Grab Fokus Sediakan Layanan Harian dalam Aplikasi

Grab berupaya menjadi aplikasi yang 'serba ada'. Seperti halnya Go-Jek, Grab mulai menyediakan layanan on-demand di luar transportasi, pesan antar makanan, dan pengiriman barang.
Perusahaan yang berbasis di Singapura itu mengumumkan peluncuran GrabPlatform, yang merupakan strategi Grab untuk menyediakan layanan harian dalam aplikasinya. Ke depannya, Grab akan bekerja sama dengan berbagai mitra untuk mewujudkan visi 'everyday superapp'.
“Awalnya Grab hanya aplikasi untuk booking taksi dan sekarang telah menjadi 'Super App'. Penting untuk menyadari kalau kami tidak sendiri, kami bukan yang terbaik dalam banyak hal, tapi kami ingin menjadi lebih baik,” kata CEO dan salah satu pendiri Grab, Anthony Tan, dalam acara jumpa pers di Singapura, Selasa (10/7).
Super App yang dimaksud Tan di sini adalah bagaimana aplikasi Grab bisa menyediakan berbagai layanan dalam satu aplikasi. Dan ke depannya, layanan-layanan itu akan terus diperluas oleh Grab.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Grab meluncurkan layanan baru bernama GrabFresh, yang merupakan layanan pengiriman barang belanjaan di supermarket. Layanan ini hadir berkat kerja sama antara Grab dengan HappyFresh, penyedia layanan pengiriman barang belanjaan yang beroperasi di Asia Tenggara.
Pengguna Grab dapat melakukan belanja secara online di berbagai supermarket, seperti Super Indo, Lotte Mart, Carrefour, Transmart, dan sebagainya.
Selain itu, pengguna Grab juga kini bisa membaca berita, bermain game, kuis kepribadian, melakukan polling, hingga menonton video YouTube dalam fitur baru bernama Grab Daily.

“Yang terpenting adalah Grab super app relevan untuk konsumen. Kami ingin membuat aplikasi yang bisa digunakan sehari-hari. Kami tidak ingin membuat segalanya tapi hanya yang berguna untuk pengguna sehari-hari,” jelas Head of Product Grab, Jerald Singh, saat dijumpai di tempat yang sama.
Langkah yang diambil oleh Grab ini sama seperti yang dilakukan oleh kompetitor mereka, Go-Jek, yang sudah lebih dahulu menyediakan berbagai layanan kebutuhan harian dalam aplikasi.
Dengan begitu, pertarungan antara Go-Jek dan Grab tidak hanya sebatas pada transportasi saja, tapi juga layanan on-demand.
