Kumparan Logo

Hacker 3 Miliar Akun Yahoo Divonis 5 Tahun Penjara

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perusahaan internet Yahoo. (Foto: Dado Ruvic/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan internet Yahoo. (Foto: Dado Ruvic/Reuters)

Yahoo mengalami peretasan akun email terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah pada tahun 2013 silam. Kasus ini baru terungkap pada tahun 2017 lalu, di mana ada 3 miliar akun yang diretas dari pembobolan tersebut.

Setelah mengajukan permohonan tidak bersalah pada November lalu, salah satu hacker yang bertanggung jawab dalam pembobolan ini, Karim Baratov, akhirnya dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Menurut Departemen Kehakiman AS, peretas berusia 23 tahun asal Kanada itu melancarkan aksinya berdasarkan arahan dari dua agen badan intelijen Rusia, FSB.

Dua agen itu adalah Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin, yang tinggal di Rusia. Baratov juga mendapatkan bantuan dari hacker asal Latvia, Alexsey Belan. Melihat lokasinya, sulit bagi AS untuk menghukum keterlibatan mereka bertiga, tapi beda dengan Baratov, yang memiliki kewarganegaraan Kanada dan memungkinkan ia menjalani proses hukum di AS.

"Peran Baratov dalam konspirasi ini adalah meretas akun email untuk rekannya yang bekerja di FSB dan mengirimkan password akun-akun tersebut ke Dokuchaev yang ditukarkan dengan uang," tulis Departemen Kehakiman AS dalam ringkasan keputusan Baratov.

Karim Baratov, Hacker Yahoo asal Kanada. (Foto: Instagram)
zoom-in-whitePerbesar
Karim Baratov, Hacker Yahoo asal Kanada. (Foto: Instagram)

Plt Jaksa AS untuk Distrik Utara California, Alex G. Tse, memberikan peringatan keras terhadap hacker lain yang berupaya melakukan 'tindakan kotor' untuk pemerintah negara lain.

"Hukuman ini menunjukkan keseriusan kasus peretasan yang dilakukan dengan cara disewa. Hacker seperti Baratov melakukan tindakannya tanpa memperhitungkan tujuan kriminal dari orang yang menyewa dan membayarnya," ujar Tse, dilansir TechCrunch.

Tse menegaskan hacker yang berpartisipasi dalam serangan siber yang disponsori pihak negara luar akan mendapatkan konsekuensi yang signifikan.

Selain hukuman penjara, Baratov juga diminta membayar denda dari sisa asetnya sebanyak 2,2 juta dolar AS.

Dalam proses persidangan, Baratov mengaku telah meretas sebanyak 11 ribu akun email antara tahun 2010 hingga sebelum ia ditangkap pada 2017.

Baratov dipidana atas kejahatan pencurian identitas besar dan konspirasi yang melanggar Hukum Kejahatan dan Penyalahgunaan Komputer.

Semua Akun Yahoo Diretas (Foto: Bagus Permadi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Semua Akun Yahoo Diretas (Foto: Bagus Permadi/kumparan)