Kumparan Logo

Harga PS5 Naik, Bagaimana dengan Xbox Series S - X dan Nintendo Switch?

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konsol game Xbox Series X dan Xbox Series S Foto: Microsoft
zoom-in-whitePerbesar
Konsol game Xbox Series X dan Xbox Series S Foto: Microsoft

Industri game dikejutkan dengan kabar Sony menaikkan harga PlayStation 5 (PS5) di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Di lain pihak, Microsoft tampaknya tidak tertarik mengikuti jejak kompetitornya tersebut.

Sony sendiri mengaku terpaksa menaikkan harga PS5 imbas dari inflasi global yang tengah terjadi saat ini. Kebijakan itu juga berlaku di Indonesia, dengan kenaikan mencapai Rp 900 ribu untuk PS5 versi digital dan Blu-ray.

Pengumuman tersebut membuat gamer bertanya-tanya terkait kemungkinan Microsoft melakukan langkah serupa untuk konsol game-nya, Xbox Series S dan X. Beruntung, kamu yang hendak membelinya bisa bernapas lega.

Microsoft memastikan tidak memiliki rencana tersebut dalam waktu dekat. Harga konsol game kompetitor PS5, Xbox Series S dan X, dipastikan tidak naik.

"Kami terus mengevaluasi bisnis kami untuk menawarkan pilihan gaming hebat kepada penggemar kami. Harga eceran yang disarankan untuk Xbox Series S kami tetapkan di 299 dolar AS (sekitar Rp 4,5 juta) dan Xbox Series X adalah 499 dolar AS (sekitar Rp 7,4 juta)."

Ilustrasi bermain game Nintendo Switch. Foto: AFP/Kazuhuri Nogi

Harga Nintendo Switch Dipastikan Tak Naik

Sementara Nintendo juga sejalan dengan Microsoft. Perusahaan teknologi asal Jepang itu tidak akan menaikkan harga konsol Nintendo Switch seperti PS5, meski ada inflasi global.

Nintendo mengkonfirmasinya kepada Eurogamer. Perusahaan bahkan mengulang pernyataan Shuntaro Furukawa, selaku President Nintendo, pada Juni 2022 lalu.

"Meskipun kami tidak dapat mengomentari strategi penetapan harga, saat ini kami tidak memiliki rencana untuk mengubah harga perangkat keras kami karena inflasi atau peningkatan biaya pengadaan di setiap negara. Kami akan menentukan strategi penetapan harga kami di masa mendatang melalui pertimbangan yang cermat berkelanjutan," kata Nintendo.

"Sementara harga akhir untuk konsumen selalu ditentukan oleh pengecer, seperti yang dikatakan Furukawa, Nintendo tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga jual perangkat kerasnya."