Kumparan Logo

Harga Pulsa - Kuota Telkomsel, XL, Indosat, Naik Semua Imbas PPN 11 Persen

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembelian kartu perdana prabayar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembelian kartu perdana prabayar. Foto: Shutter Stock

Harga pulsa dan kuota semua operator seluler di Indonesia dipastikan naik imbas perubahan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 menjadi 11 persen per 1 April 2022. Kenaikan ini tercantum dalam Pasal 7 Bab IV UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Penyesuaian harga pulsa dan kuota sudah dikonfirmasi oleh opeartor seluler yang beroperasi di Indonesia, mulai dari Telkomsel hingga XL Axiata.

Telkomsel

Telkomsel, misalnya, mengatakan akan selalu patuh pada setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, termasuk aturan kenaikan tarif PPN yang disosialisasikan secara berkala oleh Direktorat Jendral Pajak Indonesia. Sebagai tindak lanjut, perusahaan juga telah melakukan sosialisasi terhadap pelanggannya tentang kenaikan tarif dengan menyesuaikan PPN 11 persen.

“Telkomsel telah mempersiapkan rencana kerja termasuk proses edukasi dan sosialisasi kepada pelanggan. Untuk itu, khusus kepada pelanggan layanan Telkomsel Halo (pascabayar), kami telah mulai melakukan sosialisasi mengenai rencana kenaikan PPN sebesar 11 persen mulai 1 April 2022, melalui pengiriman SMS notifikasi yang dilakukan pada 8 Maret 2022.

- Saki H. Bramono, Vice President Corporate Communications Telkomsel -

Produk kartu perdana dan voucher kuota Telkomsel di Moonstar Cell. Foto: Aditya Panji/kumparan

XL Axiata

Pernyataan serupa kejuga disampaikan XL Axiata. Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih, menuturkan perusahaan akan mengikuti aturan dan ketentuan pemerintah melakukan penyesuaian pemberlakuan besaran PPN menjadi 11 persen.

"XL Axiata juga telah menginformasikan kepada seluruh pelanggan dan mitra bisnis bahwa terhitung efektif mulai tanggal 1 April 2022 tersebut, seluruh aktivitas transaksi bisnis yang dilakukan XL Axiata akan memberlakukan nilai PPN sebesar 11 persen sesuai dengan ketentuan dan aturan yang baru tersebut," ujarnya kepada kumparan, Kamis (31/3).

Indosat Ooredoo Hutchison

Sementara Indosat Ooredoo Hutchison juga mematuhi setiap peraturan perpajakan yang berlaku, termasuk kenaikan tarif PPN 11 persen. Mereka terus melakukan sosialisasi kepada pelanggan terkait penyesuaian harga pulsa dan kuota imbas kenaikan PPN.

"Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelanggan, diantaranya melalui sms notifikasi, informasi di lembar tagihan (billing statement) pelanggan postpaid, dan jalur komunikasi lainnya," kata Steve Saerang, SVP-Head of Corporate Communications IOH, kepada kumparan, Senin (4/4)

Indosat Ooredoo. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan

Harga pulsa dan voucher kuota di konter

Pemilik konter pulsa Deni Cell yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat, Ahmad Ramdani (28), mengungkapkan harga paket data dan voucher kuota sudah mulai mengalami kenaikan hingga Rp 3.000. Kenaikan ini tergantung provider-nya.

“Ya, sudah mulai naik. Kisaran kenaikannya dari Rp 2.000 sampai 3.000,” kata Ahmad saat dihubungi kumparan, Senin (4/3).

Voucher internet Telkomsel, misalnya, mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000. Harga voucher internet 5 GB yang awalnya dijual Rp 20.000 menjadi Rp 22.000. Sementara voucher kuota XL naik sebesar Rp 2.000 sampai 3.000; Tri (sekarang Indosat Ooredoo Hutchison) naik sekitar Rp 3.000; Indosat iM3 naik Rp 2.000 sampai 3.000; dan Axis Rp 2.000.

Bukan hanya voucher kuota, harga kartu perdana kuota juga mulai merangkak naik imbas dari kenaikan PPN ini. Tapi sejauh ini, hanya kartu perdana kuota XL dan Smartfren saja yang sudah naik sebesar Rp 2.000 sampai Rp 3.000.

“Tinggal tunggu waktu saja, semuanya akan naik. Kalau pulsa masih aman sampai sekarang, belum ada kenaikan. Tapi beberapa konter sudah ada yang mulai menaikan harganya. Rata-rata harga pulsa reguler naik sekitar Rp 500."

Pulsa dan kuota internet yang dibeli lewat saluran digital juga mulai mengalami kenaikan. Hal ini dilaporkan oleh Fikri Ahmad yang sudah menggunakan operator seluler digital By.U sejak tahun 2020.

"Saya biasanya pakai kuota By.U yang 50GB/30 hari, harga sebelumnya Rp 120.000 terus naik jadi Rp 121.199," kata Fikri, Senin (4/3).