Kumparan Logo

Hasil Rapat Bahas Tarif Ojol: Go-Jek dan Grab Siap Sejahterakan Driver

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi pengemudi ojek online. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi pengemudi ojek online. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Keinginan para pengemudi ojek online yang mengikuti aksi demonstrasi besar pada Selasa (27/3) di Istana Negara, Jakarta, tampaknya akan segera terwujud. Dua perusahaan transportasi online yang beroperasi di Indonesia, Go-Jek dan Grab, besar kemungkinan bakal mengkaji kenaikan tarif ojek online setelah ada komitmen untuk menyejahterakan para mitra.

Kemungkinan ini terbuka setelah dilakukan pertemuan antara Menteri Perhubungan Budi Karya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta perwakilan perusahaan transportasi online di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/3).

Dalam pertemuan itu, salah satu bahasan utamanya adalah mengenai masalah tarif yang dikeluhkan terlalu rendah bagi para pengendara ojek online.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, yang menggelar jumpa pers setelah pertemuan itu, menjelaskan para aplikator, baik Go-Jek maupun Grab, "ingin menyejahterakan para driver-nya." Masing-masing manajemen dari kedua perusahaan aplikator akan berunding untuk menentukan soal berapa kenaikan yang akan ditetapkan.

"Besarnya berapa kenaikan itu, nah nanti mereka dan manajemen akan rembugan. Tapi kira-kira batasan-batasan tadi sudah ada gambaran, diberikan gambaran," ujar Moeldoko.

Besar tarif dari masing-masing layanan ojek online, disebut Moeldoko adalah hak perusahaan untuk menentukannya. Moeldoko tidak mengiyakan atau membantah ketika ditanya wartawan: "Apakah tarif Go-Jek atau Grab akan naik?" Menanggapi hal itu, dia berkata para aplikator bakal melakukan penyesuaian.

"Nah, besarannya dari Rp 1.600 mau jadi berapa, itu nanti dia (aplikator) yang akan menghitung lagi. Intinya, poinnya, adalah mereka siap untuk menghitung," ujarnya. "Kami tidak boleh menekan dan seterusnya. Karena dia punya perhitungan sendiri mengeluarkan berapa per kilometernya."

Moeldoko kuliah umum di Universitas Negeri Padang (Foto: Dok. KSP)
zoom-in-whitePerbesar
Moeldoko kuliah umum di Universitas Negeri Padang (Foto: Dok. KSP)

Ia memaparkan pertemuan ini dilakukan setelah ada instruksi dari Presiden Jokowi untuk konsultasi dengan para aplikator terkait masalah tarif ojek online.

Saat ini, Moeldoko mengatakan tarif ojek online per kilometernya itu Rp 1.600, dan para mitra pengemudi mengharapkan angka ini naik.

Go-Jek dan Grab diberi batas waktu hingga Senin (2/4) mendatang untuk memberikan keputusan terkait penentuan tarifnya nanti.

Grab siap diskusi dan ikuti arahan pemerintah

Sementara itu dari pihak Grab, yang diwakili Managing Director Ridzki Kramadibrata, mengaku bakal berdiskusi untuk meningkatkan pendapatan pengemudinya. Mereka juga mengatakan siap mengikuti arahan dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab ID. (Foto: Grab)
zoom-in-whitePerbesar
Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab ID. (Foto: Grab)

"Kita sedang mengkaji saat ini (soal tarif ojek online). Yang jelas adalah kita setuju untuk bersama-sama meningkatkan pendapatan. Bukan hanya soal tarif saja, tapi tarif dan jumlah penumpang. Memang itu elemennya," jelas Ridzki.

Menurut Ridzki, Grab berupaya untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya.