HP Garap Komputer untuk Dibawa ke Mars

Paparan sinar kosmik di luar angkasa membuat komputer-komputer tak dapat bekerja di sana. Sinar itu mengacaukan perangkat elektronik yang dibawa ke luar angkasa. Perusahaan teknologi Hewlett Packard alias HP dan Badan Antariksa AS, NASA, bekerja sama untuk menguji bagaimana teknologi superkomputer dapat bekerja di International Space Station (ISS). Sebuah roket SpaceX dijadwalkan untuk meluncur pada Senin (14/8) dengan membawa sebuah mesin yang disebut 'Spaceborne Computer'. Perangkat ini akan melihat apakah software dapat menangkap dan memperbaiki kesalahan sistem akibat paparan radiasi dari Matahari serta galaksi yang menjangkau orbit rendah Bumi. Riset ini dapat meningkatkan kemampuan komputer di Bumi, termasuk membawa manusia ke Mars, yang selama ini digadang-gadangkan. "Mars adalah tujuan berikutnya, dan kami butuh membawa superkomputer ke sana. Astronaut Mars tidak akan memiliki akses yang nyaris instan ke perangkat performa komputasi tingkat tinggi seperti di orbit rendah Bumi, di mana planet merah itu berjarak 26 menit cahaya untuk perjalanan pulang pergi," ujar Mark Fernandez dari HP, dilansir CNet.

Superkomputer nantinya dapat digunakan untuk tugas-tugas seperti mencari tahu apa yang harus dilakukan pesawat luar angkasa atau tempat tinggal di Mars jika terjadi kegagalan sistem. Spaceborne Computer sama sekali tidak seperti superkomputer raksasa di Bumi, yang bisa memenuhi ruangan sebesar lapangan basket untuk mengatasi permasalahan rumit seperti mensimulasikan cuaca di Bumi atau efek penuaan senjata nuklir. Tapi, keduanya menggunakan dasar teknologi yang sama, termasuk prosesor Intel serta interkoneksi sangat cepat.
Tantangan bagi komputer tersebut adalah bagaimana ia harus dapat bekerja walaupun terkena paparan sinar kosmik. Medan magnetis dari Bumi mampu melindungi permukaan planet dari partikel yang ditopang daya elektrik tersebut, seperti proton dan partikel lainnya yang mengalir dari Matahari, suatu tempat di galaksi kita, atau bahkan galaksi lainnya. Partikel itu membawa sangat banyak energi yang dapat mengacaukan perangkat elektronik, merusak memori komputer, serta mengacaukan perhitungannya. Beberapa komputer yang dirancang untuk luar angkasa memiliki 'perisai' spesial dan perlindungan lainnya, tapi tidak dengan Spaceborne. Ketimbang melakukan perubahan perangkat keras, komputer itu membawa lapisan software untuk mendeteksi, memperbaiki, dan perlindungan sekaligus.
