Kumparan Logo

IBM Bikin Sistem AI untuk Ciptakan Wangi Parfum Baru

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perusahaan teknologi IBM. (Foto: IBM)
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan teknologi IBM. (Foto: IBM)

Perusahaan teknologi IBM tengah mengembangkan sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (artifical intelligence/AI) yang bisa membantu manusia dalam mengembangkan aroma baru untuk parfum dan produk sejenisnya.

Sistem AI itu diberi nama Philyra yang dilatih dengan algoritma mesin pembelajaran alias machine learning yang dapat menemukan kombinasi aroma sehingga dapat menghasilkan jenis wewangian baru.

Dalam blog resminya, IBM menjelaskan bahwa teknologi AI-nya mampu menyisir kombinasi aroma yang pernah diciptakan untuk menemukan formula wewangian yang belum pernah ada sebelumnya.

Nama Philyra sendiri diambil dari nama Dewi Keharuman Yunani. Teknologi ini dilatih agar memiliki kemampuan menciptakan aroma wewangian baru yang melebihi para pakar. Sistem ini diklaim mampu menyaring ratusan ribu formula parfum, serta ribuan bahan wewangian mentah.

IBM bekerja sama dengan produsen parfum asal Jerman, Symrise, untuk menciptakan sistem tersebut. Dengan kolaborasi ini, Philyra diproyeksikan mampu menentukan bahan baku baru untuk membuat wewangian, baik itu dengan cara mengganti bahan dasar maupun mengubah dosis yang tepat untuk senyawa yang digunakan serta bagaimana orang-orang akan bereaksi terhadap wangi tersebut.

Langkah ini juga sekaligus melatih sistem dalam menentukan apakah wewangian tersebut termasuk aroma maskulin atau feminin dan seberapa baru aroma tersebut di pasaran.

Ilustrasi Parfum (Foto: Dok. Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Parfum (Foto: Dok. Pixabay)

IBM mengatakan bahwa Symrise akan menggunakan teknologi ini untuk menciptakan dua produk terbarunya yang akan diluncurkan tahun depan. Symrise juga akan membantu memperkenalkan Philyra ke seluruh dunia dan menggunakannya sebagai solusi menciptakan aroma parfum baru untuk kebutuhan personal maupun bisnis.

"Symrise berencana untuk memperkenalkan Philyra kepada Perfumery School miliknya untuk membantu melatih generasi penerus untuk menciptakan aroma pafum, dan secara serius melekatkan teknologi AI ke dalam jantung organisasinya," tulis IBM, dalam blog resminya.

Penerapan teknologi machine learning ini tentu saja bisa dilakukan oleh produk lain seperti rasa odol atau aroma parfum baru. Bahkan IBM mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan Philyra bisa digunakan oleh seluruh perusahaan minyak wangi di dunia untuk menciptakan produk baru dan mempercepat pembuatannya.