Kumparan Logo

Iflix Dibeli Tencent, Namanya Bakal Ganti?

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menonton iflix. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menonton iflix. Foto: Getty Images

Setelah dikabarkan mengalami kesulitan keuangan, penyedia layanan streaming video, Iflix, resmi diakuisisi oleh raksasa teknologi asal China, Tencent. Akusisi ini akan menjadi jalan bagi Tencent untuk memperluas layanan videonya, WeTV, ke Asia Tenggara.

Tencent tertarik dengan kiprah Iflix yang telah hadir di 13 negara di dunia, termasuk Indonesia. Tencent dikabarkan juga telah lama mengincar ekspansi ke Asia Tenggara selama beberapa tahun terakhir.

Seorang juru bicara Tencent mengkonfirmasi soal akusisi yang dilakukan Tencent terhadap Iflix. Dalam kesepakatan ini, Tencent membeli semua konten, teknologi, dan sumber daya yang dimiliki oleh Iflix.

"Pembelian terdiri dari jaringan lokal yang kuat di pasar-pasar yang sedang berkembang dengan pilihan konten video yang luas dan menarik seperti acara TV, film, dan dokumen asli lokal, untuk streaming atau download, pada perangkat apa pun yang terhubung ke Internet," kata juru bicara Tencent, dikutip Campaign Asia.

Tencent Holding Ltd. Foto: REUTERS/Bobby Yip

Juru bicara Tencent juga menjelaskan pembelian Iflix dapat memperluas layanan WeTV di industri streaming video di seluruh Asia Tenggara, untuk menjangkau basis penonton yang lebih luas dengan pengalaman menonton yang lebih baik.

Meski sudah mengkonfirmasi soal akusisi dan tujuannya. Tencent belum mengungkap berapa dana yang digelontorkannya untuk membeli Iflix. Selain itu, tidak diketahui juga apakah nama merek Iflix akan diganti dan nasib para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Namun menurut laporan Variety, Iflix disebut masih akan menggunakan nama mereknya saat ini hingga 6-12 bulan ke depan, termasuk para karyawannya. Marc Barnett juga masih akan menjabat sebagai CEO Iflix dalam waktu yang tidak ditentukan.

Iflix yang berkantor pusat di Malaysia, pertama kali beroperasi padan tahun 2014. Dilansir Variety, hingga April 2020, sudah ada lebih dari 25 juta pelanggan Iflix di 13 negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Brunei, Sri Lanka, Pakistan, Maladewa, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Nepal, dan Bangladesh.

Ilustrasi iflix. Foto: Shutter Stock

Sayangnya, walau memiliki puluhan juta pengguna, performa Iflix kurang bagus. Pada tahun kinerja 2018 lalu, Iflix melaporkan kerugian yang meningkat 30 persen setelah pajak, sampai 158 juta dolar AS.

Kemudian, pada bulan April lalu di masa pandemi virus corona, Iflix mengumumkan PHK lebih dari 50 staf. Pada bulan yang sama, dua pendiri Iflix, Patrick Grove dan Luke Elliott, mengundurkan diri dari dewan direksi.