Kumparan Logo

Indosat dan Tri Bakal Merger 4 Januari 2022, Begini Nasib Investornya

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia merger jadi Indosat Ooredoo Hutchison. Foto: Indosat Ooredoo Hutchison
zoom-in-whitePerbesar
Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia merger jadi Indosat Ooredoo Hutchison. Foto: Indosat Ooredoo Hutchison

Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo umumkan tanggal efektif penggabungan usahanya dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri) pada 4 Januari 2022 mendatang. Pengumuman ini disampaikan dalam surat keterbukaan informasi yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia pada 24 Desember lalu.

Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia sendiri telah menandatangani Perjanjian Penggabungan Bersyarat dengan transaksi senilai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 85,5 triliun pada 16 September 2021.

Tanggal efektif penggabungan adalah 4 Januari 2022, kecuali ditangguhkan oleh Indosat karena persetujuan Menkumham.

- Indosat Ooredoo -

Perusahaan juga menjelaskan bahwa jangka waktu pembelian kembali saham bagi pemegang saham yang tidak setuju dengan penggabungan usaha dan berniat untuk menjual sahamnya bakal digelar pada 5 sampai 18 Januari 2022, sedangkan penyelesaian pembelian kembali saham berlangsung pada 25 Januari.

Merger ini akan menciptakan perusahaan telekomunikasi gabungan terbesar kedua di Indonesia dengan nama Indosat Ooredoo Hutchison dan perkiraan pendapatan tahunan hingga 3 miliar dolar AS. Perusahaan merger ini diperkirakan memiliki sekitar 100 juta pengguna aktif.

Indosat Ooredoo. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan

Indosat akan memimpin perusahaan merger dengan proporsi 67,4 persen. Sedangkan Hutchison Tri Indonesia mengendalikan 32,6 persen kepemilikan saham.

Merger ini akan membuat persentase kepemilikan saham dari para pemegang saham Indosat dalam akan terdilusi secara proporsional menurut besarnya kepemilikan mereka masing-masing.

Pada saat merger selesai, Indosat akan menerbitkan 2.628.769.240 saham kepada pemegang saham Hutchison Tri Indonesia, yang merepresentasikan 32,6% kepemilikan saham. Adapun proporsi kepemilikan saham publik di emiten dengan kode ISAT bakal berkurang dari 20,7 persen jadi 13,96 persen.

Dalam surat keterbukaan informasi, Indosat menjelaskan bahwa merger dengan Hutchison Tri Indonesia akan menguntungkan investornya karena perusahaan dapat memperbesar skala usaha sekaligus melakukan efisiensi biaya operasional. Untuk konsumen, Indosat menjelaskan bahwa merger ini bakal membuat jaringan dan kualitas layanan jadi lebih baik.

Meski demikian, hingga kini Indosat dan Tri masih belum mengungkap informasi lanjut soal kemungkinan ada perubahan brand, harga dan produk layanan.

"Terkait brand, harga dan produk layanan, masih terlalu dini untuk membahas secara detail. Kami tengah mengembangkan rencana integrasi terperinci," kata Senior Vice President (SVP) Corporate Communication Indosat, Steve Saerang, pada September 2021 lalu.