Kumparan Logo

Ini Besaran Gaji Rata-rata Pengguna GoPayLater

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi transaksi dengan uang digital Gopay. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi transaksi dengan uang digital Gopay. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Layanan pembayaran digital seperti GoPay kini sudah umum digunakan. Terlebih adanya fitur PayLater membuat pengguna platform e-wallet dari GoTo Financial itu lebih leluasa menggunakan tanpa harus bergantung pada pengisian saldo.

Ada temuan menarik dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tentang penggunaan GoPayLater sepanjang semester I-2021. Dalam laporan riset mereka mayoritas pengguna GoPayLater adalah konsumen dengan penghasilan Rp 2,5-5 juta per bulan.

Laporan yang berjudul “Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021“ itu juga menyebutkan GoPayLater banyak digunakan untuk membayar berbagai kebutuhan, termasuk bayar layanan Gojek (80 persen), tagihan (54 persen), belanja online (33 persen) hingga voucher game atau hiburan online (22 persen).

Ilustrasi transaksi dengan uang digital Gopay. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Di samping untuk kebutuhan primer, banyak konsumen GoPay menggunakan layanannya untuk investasi mulai dari reksadana (46 persen), emas digital (39 persen), dan cryptocurrency (25 persen).

Siapa mereka yang menggunakan GoPayLater, mereka pada kelompok penghasilan Rp 2,5-5 juta paling banyak di situ. Dari data yang lebih rinci ini banyak dari karyawan swasta. Orang yang baru memulai karirnya, sambil menunggu gajian, ada kebutuhan yang harus mereka penuhi mereka gunakan GoPayLater.

- Dr. Alfindra Primaldhi, Peneliti LD FEB UI -

Alfindra menambahkan, sekitar 83 persen pengguna GoPayLater tidak memiliki kartu kredit. Temuan ini membuktikan layanan pembayaran digital, seperti GoPay meningkatkan inklusi keuangan, terutama di kalangan masyarakat unbanked dan underbanked.

Mayoritas UMKM (60 persen) menggunakan GoPay sebagai metode pembayaran digital pertama yang diterima di usahanya. Tren serupa juga terlihat dari sisi konsumen, yang mana hampir sebagian besar (46 persen) memilih GoPay untuk transaksi nontunai pertamanya.

"Riset ini menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti ekosistem GoTo Financial, mampu menjangkau kelompok yang sebelumnya tidak terjangkau dan bahkan mendorong pemanfaatan produk keuangan yang sebelumnya belum umum digunakan masyarakat luas, seperti pinjaman dan investasi,” kata Alfindra dalam acara pemaparan hasil riset LD FEB UI, Selasa (5/10).

Gojek dan Tokopedia. Foto: Dok. Gojek dan Tokopedia

Layanan keuangan GoTo Financial bantu UMKM

Berdasarkan riset ini, ekosistem GoTo Financial juga turut menciptakan dampak ekonomi dan sosial dalam skala yang lebih besar dengan jangka yang lebih panjang. Secara ekonomi, GoTo Financial membantu mitra UMKM meningkatkan omzet selama pandemi COVID-19.

Produk GoTo Financial membantu UMKM beradaptasi dan bertumbuh saat pandemi. Hampir setengah (49 persen) mitra usaha menggunakan produk GoTo Financial sebagai platform digital untuk membantu mereka berjualan online pertama kali.

Kemudian, tiga dari 10 merchant GoTo Financial adalah pebisnis pemula yang baru memulai usaha saat pandemi. Omzet mitra UMKM GoTo Financial di akhir tahun 2021 diperkirakan akan meningkat 37% atau setara Rp 53,2 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Peresmian gerakan #BangkitBersama oleh GoTo di Solo Technopark, Surakarta pada Kamis (30/9). Foto: Dok. GoTo

“Peningkatan omzet mitra di tahun 2021 menandakan solusi platform digital mampu membantu UMKM bertumbuh sekaligus sinyal pemulihan ekonomi. Pertumbuhan ini saya rasa akan bisa semakin diperkuat karena produk-produk GoTo Financial juga mengubah persepsi sosial masyarakat terhadap layanan keuangan formal," kata Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K Walandouw.

Riset LD FEB UI melibatkan responden konsumen dan pelaku usaha yang sudah menggunakan layanan dan produk GoTo Financial sejak sebelum masa pandemi (sebelum Maret 2020). Total responden yang mengisi kuesioner secara lengkap dan dapat dilakukan analisis adalah 7.355 orang, terdiri dari 5.639 konsumen dan 1.716 merchant UMKM GoTo Financial (GoBiz, GoBiz Plus, Moka, Midtrans, Selly, GoStore).

Mayoritas responden (95 persen) tersebar di 21 kota dan pengumpulan data dilakukan secara online di minggu kedua bulan Agustus 2021, dengan pendekatan simple random sampling.