Ini Bukti Banyak Orang Benci Instagram yang Kini Mirip TikTok
·waktu baca 2 menit

Popularitas Instagram perlahan kini mulai tersalip TikTok. Hal itu membuat perusahaan terus melakukan penyesuaian atau perubahan platform agar IG tetap digandrungi.
Sayangnya, langkah ini justru membuat Instagram dianggap makin mirip dengan Tiktok. IG kini didominasi oleh unggahan video.
Akibatnya, muncul kampanye di mana pengguna beramai-ramai meminta untuk “Make Instagram, Instagram Again.” Sebuah posting-an dari akun @illumitati.
Ia mengunggah sebuah foto dengan tulisan (terjemahan bebas -red): “Buat Instagram, menjadi Instagram kembali. (Berhentilah mencoba menjadi TikTok, saya hanya ingin melihat foto-foto teman saya). Tertanda, para pengguna.”
Posting-an tersebut mendapat banyak engagement, yakni 2,2 juta likes dan lebih dari 42 ribu komentar per Jumat (29/7).
Posting-an ramai dibagikan oleh berbagai tokoh publik, termasuk Kim Kardashian dan saudarinya, Kylie Jenner yang yang meminta Instagram kembali ke 'khittah' mereka.
Akui akan tampilkan banyak video
CEO Meta, Mark Zuckerberg mengakui jika Instagram dan Facebook akan menampilkan lebih banyak konten Reels dari akun yang tak di-follow di akhir 2023 dan akan lebih fokus pada video.
Dilansir The Verge, saat ini posting-an dan akun yang direkomendasikan di feed menyumbang sekitar 15 persen ketika pengguna menjelajahi Facebook. Persentase lebih tinggi ada di Instagram, dan pada akhir 2023, angka itu akan menjadi sekitar 30 persen, kata Zuckerberg.
Perubahan besar pada dua platform ini disebut demi melawan dominasi TikTok yang menyajikan konten video berbasis kecerdasan buatan (AI).
Seperti diketahui, TikTok merekomendasikan konten video kepada pengguna dengan menyesuaikan preferensi dan algoritma yang disukai pengguna tanpa terbatas pada akun yang diikuti.
Algoritma ini lah yang membuat media sosial ciptaan ByteDance ini menjadi salah satu media sosial yang mendominasi pasar.
Terbaru, bos Instagram Adam Mosseri mengatakan ia dan timnya akan mengembalikan beberapa perubahan baru-baru ini pada produk, setelah seminggu dihujani kritik.
Versi uji coba aplikasi yang dibuka untuk foto dan video full screen akan dihapus secara bertahap selama satu hingga dua minggu ke depan. Ia juga mengatakan akan mengurangi jumlah posting-an yang direkomendasikan di aplikasi.
“Saya senang kami mengambil risiko –jika kami tidak sesekali gagal, kami tidak berpikir cukup besar atau cukup berani,” kata Mosseri dalam sebuah wawancara, sebagaimana dikutip The Verge.
Kita pasti perlu (untuk) mengambil langkah besar untuk mundur dan berdiskusi kembali. Kita akan (kembali) melalui proses pembelajaran (lagi) dan menghasilkan ide-ide baru.
- Adam Mosseri, Head of Instagram -
