Ini Halte Bus Pintar Anti-Corona Harga Rp 1,2 Miliar, Apa Saja Fiturnya?

Halte bus sering kali hanya dipakai untuk menunggu bus atau meneduh saat hujan. Namun, pemerintah kota Seoul, Korea Selatan, justru membekali tempat sederhana tersebut dengan kemampuan melawan virus corona. Apa yang membuatnya bisa menjadi halte bus anti-corona?
Pada awal Agustus 2020, pemerintah kota Seoul memperkenalkan halte bus pintar anti-corona. Halte bus ini memiliki banyak teknologi dan fitur untuk mendeteksi dan mencegah infeksi virus corona.
Di bagian depan, misalnya, halte ini memiliki pintu otomatis dengan kamera pengukur suhu tubuh. Pintu halte tersebut baru bisa terbuka apabila pengunjung memiliki suhu tubuh normal atau di bawah 37,5 derajat Celcius. Sensor kamera terpisah yang lebih rendah pun disediakan untuk memeriksa suhu tubuh bagi anak-anak.
Masuk ke bagian dalam, ada sistem pengatur udara atau AC yang memiliki lampu ultraviolet untuk membunuh virus corona di dalam halte. Halte ini juga punya dispenser yang menyediakan hand sanitizer gratis ke pengguna halte.
Pemerintah kota Seoul juga menyediakan jaringan internet Wi-Fi gratis untuk pengunjung di dalamnya.
"Kami juga membagikan update situasi secara real-time dengan polisi dan stasiun pemadam kebakaran dengan menggunakan CCTV cerdas, bel peringatan, dan sensor kebisingan AI (artificial intelligence), sehingga kami dapat segera merespons keadaan darurat," kata Kim Hwan-gyun, pejabat distrik Seongdong, Seoul yang bertanggung jawab untuk halte tersebut, dalam wawancara dengan Reuters.
Tentu, para pengunjung dianjurkan untuk tetap menggunakan masker selama di dalam halte. Mereka juga harus menjaga jarak aman 1 meter.
Setidaknya, pemerintah kota Seoul telah menyediakan 10 halte bus pintar semacam ini di distrik Seongdong. Setiap halte bus pintar anti-corona ini punya harga 100 juta won atau Rp 1,2 miliar.
