Tekno & Sains
·
29 April 2021 9:05

Ini Nasib Negosiasi Merger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ini Nasib Negosiasi Merger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia (60671)
Perusahaan telekomunikasi Hutchison Tri. Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
Nasib merger CK Hutchison Holdings Ltd., perusahaan induk pemilik Hutchison 3 Indonesia dengan Ooredoo QPSC, selaku pemilik Indosat Ooredoo, belum temui kesepakatan merger. Kedua perusahaan telekomunikasi ini setuju untuk memperpanjang proses negosiasi yang sebelumnya memiliki batas sampai 30 April 2021.
ADVERTISEMENT
Perwakilan CK Hutchison Holdings Limited, Hans Leung mengatakan bahwa saat ini CK Hutchison dan Ooredoo QPSC telah sepakat untuk memperpanjang jangka waktu untuk negosiasi tentang potensi transaksi untuk menggabungkan Tri Indonesia dengan Indosat Ooredoo secara eksklusif hingga 30 Juni 2021.
Leung menjelaskan lebih lanjut bahwa negosiasi antara kedua belah pihak telah berjalan konstruktif, tetapi membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyimpulkan, sehingga belum ada keputusan yang bisa diambil.
Ini Nasib Negosiasi Merger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia (60672)
Kantor pusat Indosat Ooredoo di Jakarta. Foto: Dok. Indosat Ooredoo
Dalam MoU yang ditandatangani akhir tahun 2020 lalu, proses merger tetap tunduk pada penyelesaian uji tuntas atau due dilligence untuk penilaian kinerja perusahaan guna memenuhi standar yang ditetapkan kedua belah pihak. Kemudian, merger juga harus memperoleh semua persetujuan perusahaan dan peraturan yang diperlukan.
ADVERTISEMENT
Dalam laporan Bloomberg, jika CK Hutchison dan Ooredoo sepakat untuk melakukan merger, kedua perusahaan akan membentuk entitas gabungan yang akan mendobrak industri telekomunikasi di Indonesia.
Ini Nasib Negosiasi Merger Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia (60673)
Uji coba lapangan OpenRAN Indosat Ooredoo Foto: Dok. Indosat Ooredoo
Operator seluler Indosat memiliki kinerja keuangan yang bagus untuk tahun 2020 ini. Dilaporkan saham Indosat telah meningkat sekitar 90 persen dan memberikan valuasi pasar perusahaan sekitar 2,2 miliar dolar AS.
Sementara, Hutchison Asia Telecommunications, yang mengelola bisnis telekomunikasi CK Hutchison Holdings di Indonesia, Vietnam, dan Sri Lanka, memiliki sekitar 48,8 juta pelanggan aktif di tiga negara tersebut. Menurut laporan keuangan terbaru, Indonesia menyumbang 3,95 miliar dolar Hong Kong atau 87 persen dari total pendapatan Hutchison Asia dalam enam bulan pertama tahun 2020.