Kumparan Logo

Ini Ponsel Layar Lipat Fleksibel Pertama di Dunia yang Resmi Dijual

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Royole FlexPai. (Foto: Royole Corporation)
zoom-in-whitePerbesar
Royole FlexPai. (Foto: Royole Corporation)

Smartphone dengan layar yang bisa dilipat sudah kita dengar selama bertahun-tahun. Samsung disebut sebagai vendor yang katanya serius mengembangkan layar ini. Tetapi selama bertahun-tahun pula, smartphone layar lipat Samsung hanya sekadar konsep, hingga akhirnya mereka disalip oleh Royole Corporation asal China.

Royole memang bukan siapa-siapa dalam industri smartphone, tetapi keberaniannya dalam merilis smartphone Android layar lipat, ya, bolehlah kita apresiasi. Setidaknya Royole sudah memenangkan perlombaan adu cepat dalam merilis smartphone layar lipat fleksibel lewat produknya yang diberi nama FlexPai.

Perangkat ini mirip dengan tablet jika ia dalam posisi dibuka. Dan ketika dilipat, maka besarnya seperti buku catatan.

Untuk menjawab rasa penasaran tentang wujud fisiknya, sebaiknya kamu tonton video di bawah ini. Ukurannya memang besar ketika tidak dilipat. Namun, saat dilipat, terlihat software dari FlexPai seakan bingung dalam menentukan orientasi tampilan antarmuka. Berkali-kali software ini berkedip dan orientasi tampilannya berubah dari portrait ke landscape secara tidak beraturan.

video youtube embed

Dapur pacu FlexPai memakai cip prosesor Qualcomm Snapdragon seri 8, RAM 6 GB, memori internal 128 GB. Pre-order smartphone ini dibuka sejak 31 Oktober dengan harga sekitar 1.290 dolar AS atau sekitar Rp 19,5 juta, dan akan dikirim pada bulan Desember 2018.

FlexPai dari Royole tampaknya akan mendapatkan kompetisi serius dari vendor smartphone besar. Samsung, direncanakan merilis smartphone serupa dalam ajang konferensi pengembang tahunannya. Begitu juga dengan LG dan Huawei yang dilaporkan sedang menggarap perangkat serupa.

Jika melihat apa yang dilakukan Royole, tampaknya kita masih harus menunggu sampai teknologi ini benar-benar matang. Ia belum cukup futuristik, mengingat bodinya yang masih tebal seperti perangkat jadul. Smartphone yang ada di pasar saat ini jauh lebih masuk akal.