Tekno & Sains
·
17 Mei 2021 16:42

Ini Tanggapan Telkomsel Investor Gojek soal GoTo

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ini Tanggapan Telkomsel Investor Gojek soal GoTo (90766)
searchPerbesar
Aplikasi Telkomsel dan Gojek. Foto: Dok. Telkomsel
Gojek dan Tokopedia resmi merger dan membentuk Grup GoTo. Ini menjadi salah satu aksi kolaborasi terbesar antara dua perusahaan digital di Indonesia dan juga Asia.
ADVERTISEMENT
Sebagai salah satu investor Gojek, Telkomsel turut angkat bicara tentang bersatunya startup Tanah Air ini. Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah merger keduanya.
“Telkomsel meyakini bahwa merger kedua entitas ini akan menjadikan GoTo sebagai entitas digital terbesar di negeri ini dan menjadi kebanggaan Indonesia,” kata Setyanto dalam sebuah keterangan yang diterima kumparan (17/5).
Perusahaan telekomunikasi tersebut juga percaya bahwa keputusan tersebut akan menciptakan sinergi yang lebih kuat antara Gojek dan Telkomsel yang selama ini sudah terjalin.
Tepat satu minggu yang lalu, Telkomsel kembali mengucurkan investasi untuk kedua kalinya kepada Gojek sebesar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,25 triliun. Dana tersebut senilai dua kali lipat lebih besar dibanding investasi pertamanya pada November 2020 lalu, yang nilainya 150 juta dolar AS.
Ini Tanggapan Telkomsel Investor Gojek soal GoTo (90767)
searchPerbesar
Kevin Aluwi (Co-Founder dan CEO Gojek), Andre Soelistyo (CEO GoTo Group), Patrick Cao (President GoTo Group), dan William Tanuwijaya (Co-Founder dan CEO Tokopedia). Foto: Dok. Gojek dan Tokopedia
Bagi Telkomsel, investasi ke Gojek adalah langkah diversifikasi bisnis sekaligus upaya nyata transformasi digital menjadi digital telco company untuk memperkuat tiga pilar bisnis mereka; digital connectivity (broadband), digital services, dan digital platform.
ADVERTISEMENT
Telkomsel sudah berupaya memperkuat bisnisnya dengan masuk ke ekosistem Gojek. Misalnya, layanan Telkomsel MyAds yang kini telah terintegrasi dengan GoBiz, dapat dipakai mitra UMKM untuk memperluas bisnisnya ke ekosistem pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia. Telkomsel melalui Dunia Games bersama Gojek melalui GoPay juga mengembangkan ekosistem mobile gaming dengan memberikan kemudahan akses bermain PUBG Mobile berkat kolaborasi dengan Tencent.
Telkomsel merupakan operator seluler nomor satu di Indonesia. Mereka punya 169 juta pelanggan lebih yang tersebar hingga wilayah terdalam, pulau terluar, serta daerah perbatasan negara. Capaian tersebut dihasilkan berkat keberadaan lebih dari 231.000 BTS yang mencakup 95 persen wilayah Indonesia. Telkomsel juga jadi perusahaan telekomunikasi paling agresif di bisnis digital, dengan mengembangkan mobile gaming, digital entertainment, digital advertising, mobile financial services, enterprise solutions, hingga IoT.
ADVERTISEMENT
Sementara platform Gojek dan layanannya digunakan oleh jutaan konsumen dan mitra pengemudi, serta ratusan ribu mitra merchant yang tersebar di Asia Tenggara.
Ini Tanggapan Telkomsel Investor Gojek soal GoTo (90768)
searchPerbesar
Gojek dan Tokopedia. Foto: Dok. Gojek dan Tokopedia
Pada 2019, Gojek bersama para mitranya mencatat kontribusi ke ekonomi Indonesia sebesar Rp 104,6 triliun, menurut riset Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang dirilis Agustus 2020.
Kontribusi langsung mitra ke ekonomi mencapai Rp 87,1 triliun, yang rinciannya terdiri dari mitra UMKM GoFood Rp 34,1 triliun, mitra UMKM GoPay Rp 9,9 triliun, mitra UMKM social seller GoSend Rp 24,3 triliun, mitra pengemudi GoRide Rp 11,1 triliun, dan mitra pengemudi GoCar Rp 7,7 triliun. Sementara dampak multiplier atau kontribusi tidak langsung keberadaan Gojek terhadap ekonomi Indonesia di 2019 mencapai Rp 17,5 Triliun.
ADVERTISEMENT
"Ekonomi digital di Indonesia didorong oleh perkembangan perangkat seluler (mobile-first market), sehingga bila pemain terdepan di industri teknologi dan telekomunikasi berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada, ekonomi digital Indonesia bisa lebih terakselerasi ke tahapan yang lebih tinggi (leap frog)," kata Co-CEO Gojek Group, Andre Soelistyo.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020