Insinyur Tesla Mundur usai 8 Tahun Bekerja, Tuduh Elon Musk Rusak Perusahaan
·waktu baca 2 menit

Seorang insinyur senior Tesla, Giorgio Balestrieri, memutuskan mengundurkan diri setelah delapan tahun bekerja di perusahaan milik Elon Musk itu. Ia menyebut kepemimpinan Musk menjadi faktor utama di balik keputusannya.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang pernah bekerja bersama saya di Tesla. Orang-orang, sekumpulan individu yang cerdas, rendah hati, ambisius, dan pekerja keras, adalah alasan utama Tesla istimewa,” tulis Balestrieri di akun LinkedIn resminya.
Balestrieri menjabat sebagai Staff Algorithms Engineer untuk Autobidder, platform perdagangan energi Tesla yang memungkinkan individu maupun bisnis memonetisasi energi dalam sistem baterai. Ia telah bergabung dengan Tesla sejak 2017, awalnya sebagai karyawan magang dan pegawai Autobidder pertama Tesla di Eropa.
“Sungguh menakjubkan melihat betapa industri energi telah berevolusi selama bertahun-tahun. Penyimpanan energi yang dulunya hanya dipandang sebagai tambahan kini menjadi kunci dalam transisi menuju energi berkelanjutan,” lanjutnya.
Balestrieri mencatat pencapaian besar selama masa kerjanya. Ketika ia bergabung pada 2017, Tesla Energy hanya menerapkan penyimpanan energi sekitar 350 MWh. Pada tahun lalu, kapasitasnya tembus 31,4 GWh, atau 100 kali lipat lebih besar.
Namun, di balik pencapaian itu, Balestrieri menilai Tesla telah berubah akibat kepemimpinan Elon Musk, selaku CEO Tesla.
“Namun, saya juga perlu menyinggung hal besar yang menjadi alasan utama, saya merasa Elon telah merusak misi Tesla secara signifikan (dan juga merusak kesehatan institusi demokratis di sejumlah negara),” sebutnya.
Balestrieri menegaskan tindakannya ini bukan soal politik, melainkan persoalan etika. Ia menuding Musk telah “membohongi publik, memanipulasi wacana, menargetkan kelompok minoritas, serta mendukung penyangkal perubahan iklim dan kepentingan industri minyak dan gas.”
Ia bahkan menyinggung pemerintahan AS di bawah Donald Trump, yang mendapat dukungan dari Musk, itu telah memperlambat transisi energi.
“Menurut saya, cukup jelas bahwa pemerintahan AS saat ini justru memperlambat transisi energi. Sayangnya, kecepatan adalah hal yang krusial bila kita ingin mencegah dampak terburuk dari krisis iklim,” ujarnya.
Setelah keluar dari Tesla, Balestrieri menyatakan ingin beristirahat sejenak sebelum memulai perjalanan baru. Ia tetap berharap yang terbaik bagi para koleganya di Tesla.
Musk sendiri sampai saat ini belum memberikan komentar terkait namanya yang disebut mantan karyawannya ini.
Namun, dikutip Business Insider, Balestrieri bukanlah karyawan pertama yang mundur dengan alasan serupa.
“Keterlibatannya di Twitter, keterlibatannya dalam pemilu, semua itu justru mengalihkan dari misi perusahaan. Hal yang paling saya persoalkan adalah pemberian hadiah bagi calon pemilih. Itu terasa sangat tidak bermoral,” kata salah satu mantan karyawan Tesla lainnya pada Juni lalu.
