Instagram Hapus Aplikasi Stalker yang Akses Informasi Tanpa Izin

Stalker alias penguntit merupakan salah satu hal yang paling membuat orang-orang kurang nyaman dalam bermedia sosial. Instagram menjadi salah satu platform media sosial yang menyadari itu dan berupaya untuk memberantas stalker.
Kalau dirasa ada penguntit, pengguna bisa memblokir akun tersebut atau mengunci akun milik sendiri agar tidak bisa dilihat pengguna lain yang tidak mendapat izin mengikuti. Namun fitur itu jadi terasa tidak terlalu berfungsi karena kehadiran aplikasi stalking.
Aplikasi stalking itu mengizinkan stalker melihat akun yang dikunci atau ketika akun mereka sudah diblokir oleh pengguna tersebut. Salah satu aplikasi yang memberikan layanan itu ialah Like Patrol.
Aplikasi pihak ketiga seperti Like Patrol ini juga bisa memberikan akses stalker informasi pribadi seperti nomor telepon, alamat email dan data lainnya. Namun, aplikasi ini bukan spyware melainkan platform yang mendorong orang untuk memonitor aktivitas orang lain di media sosial.
Diketahui, Instagram baru saja menghapus fitur Following yang memungkinkan pengguna untuk melihat aktivitas teman-temannya, seperti saat mereka menyukai postingan apa dan mengikuti akun seseorang. Dengan kehadiran aplikasi seperti Like Patrol, tentu saja akan membuat usaha itu sia-sia.
Ternyata kehadiran aplikasi semacam Like Patrol membuat Instagram geram. Platform media sosial milik Facebook itu segera meminta aplikasi stalker itu untuk menyetop memberikan akses data pengguna tanpa seizin mereka.
"Scraping (pengambilan data) adalah sesuatu yang melanggar kebijakan kami dan kami akan mengambil tindakan pada perusahaan yang terlibat di dalamnya," ungkap juru bicara Facebook, dilansir CNET.
Kecenderungan untuk melakukan stalking atau kepo di Instagram adalah hal yang banyak dilakukan oleh pengguna. Oleh karena itu, Instagram merasa butuh adanya pembatas untuk tetap menjaga privasi pengguna, terutama bagi mereka yang tidak suka kepoin orang lain.
