Kumparan Logo

Instagram Perketat Pembatasan Konten Sensitif buat Pengguna di Bawah 16 Tahun

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Instagram. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Instagram. Foto: Shutterstock

Instagram mengumumkan pembaruan pembatasan konten untuk pengguna baru yang berusia di bawah 16 tahun. Fitur sebelumnya memberi opsi kepada pengguna baru untuk memilih pengaturan kontrol konten sensitif.

Pengguna baru yang berusia di bawah 16 tahun dapat memilih “Less” atau “Standard”. Sementara di aturan terbaru, akun pengguna baru di bawah 16 tahun akan secara otomatis “Less” sebagai pengaturan default mereka.

Filter konten sensitif ini berlaku untuk Search, Explore, Hashtag Pages, Reels, Feed Recommendation, dan Suggested Account.

Pengaturan “Standard” akan mengizinkan pengguna untuk melihat beberapa jenis konten sensitif. Sementara “Less” membuat pengguna semakin lebih dibatasi dalam melihat konten tersebut. Jika pengguna berusia di atas 18 tahun, maka ada opsi “More” yang mengizinkan pengguna melihat konten dewasa.

Sementara pengguna berusia 16 tahun yang sudah membuat akun sebelumnya, Instagram akan memunculkan notifikasi rekomendasi agar mereka memilih pengaturan “Less”.

Instagam berlakukan aturan baru pembatasan konten sensitif untuk pengguna baru berusia di bawah 16 tahun. Foto: Instagram

“Ini semua dalam upaya agar tim pada dasarnya memiliki pengalaman pencarian yang lebih aman, untuk tidak melihat begitu banyak konten sensitif dan secara otomatis melihat lebih sedikit daripada orang dewasa mana pun di platform,” kata Jeanne Moran, Instagram Policy Communications Manager, Youth Safety & Well-Being, kepada TechCrunch. “…kami mendorong remaja untuk memilih ‘Less’, tetapi jika mereka merasa dapat menangani ‘Standard’ maka mereka dapat melakukannya.”

Instagram juga menguji petunjuk bagi remaja yang menyarankan mereka untuk membatasi siapa yang dapat berinteraksi dengan kontennya, seperti siapa yang boleh membagikan ulang konten mereka, siapa yang boleh mengirim pesan. Pengaturan ini juga termasuk jenis konten seperti apa yang tidak ingin mereka lihat dan manajemen waktu bermain media sosial.

Instagam berlakukan aturan baru pembatasan konten sensitif untuk pengguna baru berusia di bawah 16 tahun. Foto: Instagram

Instagram meluncurkan fitur "Sensitive Content Control" pada Juli 2021. Filter tersebut mulanya bertujuan mencegah pengguna melihat konten yang berpotensi berbahaya dan "tidak pantas" yang disarankan kepada mereka di halaman Explore. Ini upaya Instagram dalam meningkatkan konten yang disugestikan algoritma dari akun yang tidak diikuti, sebagai langkah melawan tren media sosial video pendek TikTok yang terkenal dengan FYP.

Fitur ini jelas mendapat perlawanan dari pengguna, seperti seniman hingga pelaku industri ganja yang akun mereka dengan mudahnya hilang dari Explore dan Feed Sugestion jika akun mereka ditandai algoritma sebagai “sensitif”.

Di Help Center, Instagram menjelaskan apa yang dilihatnya sebagai konten sensitif, termasuk postingan dengan penggambaran kekerasan atau seksual eksplisit atau sugestif, mempromosikan produk dan zat yang diatur, dll.

Instagram baru-baru ini memperkenalkan fitur lain di Instagram yang menyediakan keamanan pengguna dalam menikmati konten. Pada bulan Maret, kontrol orang tua hadir di platform yang memungkinkan orang tua dan wali untuk memantau apa yang dilakukan anak mereka di Instagram, termasuk berapa banyak waktu yang mereka habiskan di aplikasi.

Ilustrasi Instagram. Foto: Natee Meepian/Shutterstock

Persiapan Instagram untuk sidang Senat AS

Instagram sebenarnya tidak hanya bertempur melawan hegemoni TikTok. Dalam waktu dekat, Adam Mosseri, CEO Instagram, akan memberi kesaksian kepada Senat AS soal dampak aplikasi kepada remaja. Pada sidang Senat tahun lalu, Mosseri membela Instagram atas tuduhan platform mengabaikan kesehatan mental pengguna remaja, berdasarkan dokumen Facebook (sekarang Meta) yang dibocorkan France Haugen pada 2021 lalu.

Selain itu, Instagram juga harus berhadapan dengan aturan General Data Protection Regulation (GDPR) and Age Appropriate Design Code di Uni Eropa yang menyorot bagaimana Instagram menangani data pengguna khususnya pengguna remaja.

Menanggapi pembaruan ini, pendiri dan CEO Common Sense Media sekaligus advokat kebijakan ramah anak, Jim Steyer, mengatakan masih banyak yang bisa dilakukan Instagram untuk membuat aplikasinya lebih aman. Ia mengatakan bahwa Instagram bisa saja memblokir semua konten sensitif kepada pengguna remaja, daripada membatasi setengah-setengah. Konten seperti melukai diri sendiri dan makan tak teratur, kata Steyer, juga harus masuk kategori konten sensitif Instagram.

“Langkah-langkah keamanan untuk anak di bawah umur yang diterapkan oleh Instagram hari ini adalah langkah ke arah yang benar, setelah banyak penundaan, mulai mengatasi bahaya bagi remaja dari amplifikasi algoritmik,” ucapnya kepada TechCrunch.

“Mengalihkan pengguna muda ke versi platform yang lebih aman adalah langkah substansial yang dapat membantu mengurangi jumlah konten berbahaya yang dilihat remaja di feed mereka. Namun, upaya untuk menciptakan platform yang lebih aman bagi pengguna muda lebih rumit daripada satu langkah ini dan lebih banyak yang harus dilakukan.”