Tekno & Sains
·
20 Agustus 2021 11:43
·
waktu baca 2 menit

Intip Robot Bunglon Buatan Ilmuwan Korea Selatan yang Dapat Berubah Warna

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Intip Robot Bunglon Buatan Ilmuwan Korea Selatan yang Dapat Berubah Warna (6825)
searchPerbesar
Robot bunglon yang dapat berkamuflase. Foto: Seung Hwan Ko
Terkenal dengan kemampuannya mengubah warna kulit sesuai dengan lingkungan tempatnya berada, kemampuan kamuflase bunglon ini sampai-sampai menarik perhatian para ilmuwan dari Universitas Seoul Korea Selatan untuk dibuat versi robotnya.
ADVERTISEMENT
Para peneliti menggunakan thermochromic liquid crystal (TLC) atau kristal cair termokromik -- lapisan pemanas selektif yang akan menciptakan pola warna-warni untuk mengembangkan robot penyamaran ini. Nantinya, ia membantu robot bunglon ini meniru lingkungan sekitarnya dengan lebih baik.
Menurut tulisan para peneliti di jurnal terbitan Nature Communications, ada juga sensor warna yang dikombinasikan dengan kawat nano perak yang berukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil ukurannya dari sehelai rambut.
Mereka bertiga akan bekerja sama dengan menggunakan informasi dari sensor warna yang dipasang pada robot bunglon sehingga "kulit buatan" dapat mengubah warnanya agar sesuai dengan latar belakang secara real time.

Kamuflase robot bunglon bisa digunakan untuk apa di masa depan?

Salah satu tim peneliti, Profesor Sueng Hwan Ko mengatakan kepada BBC bahwa teknologi dapat memiliki dampak yang lebih luas ke depannya. Selain digunakan untuk industri militer, teknologi kamuflase bisa juga digunakan pada dunia fashion atau properti. Misal pada pakaian kamuflase atau bangunan merespons lingkungan mereka.
ADVERTISEMENT
"Kulit bunglon ini, permukaannya, pada dasarnya adalah semacam pajangan," kata Profesor Sueng Hwan Ko. "Dapat digunakan untuk tampilan yang lembut atau dapat diregangkan atau fleksibel."
Menurut laporan IFL Science, peneliti juga harus mengatasi banyak rintangan untuk membuat robot pengubah warna yang lebih nyata. Bahannya harus kuat, fleksibel, dan memiliki kerapatan piksel yang cukup tinggi agar terlihat meyakinkan bagi mata, alih-alih papan kotak-kotak berwarna.
Keinginan untuk bekerja sama dengan beragam ilmuwan lain turut muncul untuk meningkatkan kecepatan dan kinerja robot bunglon dalam mengubah warna.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020