Kumparan Logo

Ismail Marzuki Jadi Google Doodle di Hari Pahlawan

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ismail Marzuki hiasi Google Doodle hari ini, Selasa (10/11). Foto: Google
zoom-in-whitePerbesar
Ismail Marzuki hiasi Google Doodle hari ini, Selasa (10/11). Foto: Google

Google kembali menampilkan tokoh Indonesia dalam bentuk gambar doodle di mesin pencarinya. Sosok yang dimunculkan hari ini, Rabu (10/11), bertepatan dengan Hari Pahlawan, adalah Ismail Marzuki.

Google Doodle ini merupakan bentuk perayaan ulang tahun berdirinya Taman Ismail Marzuki (TIM), salah satu pusat kesenian di Jakarta, oleh pemerintah Indonesia pada 10 November 1968 silam. Ilustrasinya digambarkan oleh seniman asal Indonesia bernama Ykha Amelz.

Ismail Marzuki adalah musisi kenamaan Indonesia yang sudah menelurkan sekitar 202-240 karya. Ia lahir di Kwitang, Jakarta Pusat, pada 11 Mei 1914, ketika Indonesia masih dalam penjajahan Belanda.

Taman Ismail Marzuki Foto: Nurvita Indarini/ kumparan

Menurut jurnal Ismail Marzuki: Komponis Lagu-lagu Perjuangan oleh Hardani Sw, bakat musik yang dimiliki Ismail Marzuki diturunkan dari ayahnya, seorang pengusaha bengkel mobil dan pemain rebana. Semasa mudanya, ia sering berlatih musik hingga 5 jam sehari untuk menguasai delapan instrumen, mulai dari harmonika, mandolin, ukulele, gitar, hingga piano.

Ia mulai menggubah lagu pertamanya sejak usia 17 tahun, hingga melahirkan ratusan lagu di sepanjang kariernya. Beberapa karyanya di antaranya Gugur Bunga, Halo-halo Bandung, hingga Rayuan Pulau Kelapa.

"Dia mengisi hati orang Indonesia dengan kebanggaan selama bertahun-tahun dengan menyiarkan lagu-lagunya (sembilan di antaranya menjadi lagu kebangsaan) di radio publik."

Selain diabadikan di pusat kesenian TIM, pemerintah Indonesia juga menobatkan Ismail Marzuki sebagai Pahlawan Nasional pada 2004 atas jasanya di bidang budaya. Di TIM, pengunjung bisa mempelajari lebih lanjut tentang Ismail dan melihat koleksi, lagu-lagu tulisan tangan, hingga beberapa instrumen yang pernah dipakainya.