Kumparan Logo

Jokowi Resmikan Platform Iklan Tadex, Angin Segar Bisnis Periklanan Indonesia

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muasal Presiden Jokowi pidato menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan
zoom-in-whitePerbesar
Muasal Presiden Jokowi pidato menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan

Platform premium publisher programmatic ads pertama dan terbesar di Indonesia, Tanah Air Digital Exchange (Tadex), akhirnya resmi diluncurkan pada Selasa (29/6). Acara peluncuran yang digelar secara virtual dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyambut baik kolaborasi antara Dewan Pers, Task Force Media Sustainability bersama Telkom Group, yang menciptakan platform Tadex buah dari inovasi teknologi bagi industri media khususnya periklanan.

"Karya anak bangsa ini harus kita dukung dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif, membangun periklanan digital yang inovatif dan transparan dengan tetap mengedepankan kualitas penyampaian pesan ke publik,” kata Jokowi di acara peluncuran Tadex, Selasa (29/6).

Presiden memandang kehadiran Tadex dapat dijadikan momentum penting untuk melahirkan peluang-peluang baru, menciptakan ekosistem digital yang lebih baik, dan bisa mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Ilustrasi Tadesx. Foto: Dok. Tadex

"Saya yakin Tadex akan memberikan angin segar karena menawarkan modal bisnis periklanan digital yang berkelanjutan, membuka banyak peluang baru dan bermanfaat bagi advertiser, publisher, marketer, dan pemangku kepentingan lain," jelasnya.

Saat ini, tambah Jokowi, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB masih relatif kecil, baru 4 persen dari PDB Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus berlari lebih cepat lagi, sehingga tahun 2025 bisa menguasai sekitar 40 persen dari total potensi ekonomi digital Asean.

"Dan di tahun 2030, ekonomi digital Indonesia bisa berkontribusi 18 persen dari PDB Indonesia,” tegasnya.

Seperti diketahui, industri media yang masuk dalam ekonomi digital di Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan kemajuan teknologi digital. Hal tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi media agar dapat berjalan secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid, menjelaskan Tadex berupaya menghubungkan antara advertiser dengan berbagai publisher tepercaya di Indonesia. Bagi para advertiser seperti brand atau agensi, Tadex dapat membantu menargetkan iklan kepada konsumen yang lebih luas dengan tepat dan efektif.

Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid. Foto: Dok. Telkom

"Tadex menjadi win-win solution bagi pemilik brand dan agensi untuk memasarkan produknya. Mereka bisa menyampaikan iklan mereka melalui Tadex yang menjadi wadah media yang verified," tutur Fajrin.

Fajrin menjelaskan Tadex didukung oleh teknologi DMP (data management platform) sebagai data center programmatic advertising, yang dapat mengumpulkan profil target konsumen dari online, offline, dan mobile, kemudian mengolahnya menjadi data segmentasi yang dapat digunakan brand dan agensi. Sehingga mereka dapat memilih untuk menargetkan iklan yang tepat di situs web yang sesuai.

Selain itu, Tadex menggunakan Supply Side Platform yang ditujukan untuk para publisher atau penerbit, di mana fungsi utamanya adalah mengelola pemasangan iklan di website atau mobile app, termasuk opsi untuk otomasi, optimasi, meningkatkan performa, dan mengatur harga dari masing-masing slot iklan yang ditawarkan.

Tadex bangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan

Selain menjadi angin segar untuk industri periklanan digital, Tadex juga bisa menciptakan ekosistem jurnalisme yang sehat. Hal ini pun diaminin oleh Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), Kemal Effendi Gani.

Kemal melihat saat ini di era digital terjadi pergeseran fokus media yang kini hanya mempedulikan jumlah klik, sehingga berdampak pada penurunan kualitas konten. Sementara, platform ads global, seperti Google Ads tidak mempedulikan kualitas konten, tetapi mengutamakan keuntungan dari media-media yang tidak kredibel.

"Hadirnya platform global itu mereka tidak peduli. Media dari mana saja. Kalo viewer-nya banyak ya mereka dapat banyak revenue. Jadi banyak konten-konten yang tidak bermanfaat, kemudian malah merusak bangsa kita ini yang hadir dan memperoleh rezeki iklan seperti itu," kata Kemal dalam peluncuran Tadex.

Kemal mengungkap ada empat manfaat dari hadirnya Tadex di Indonesia. Satu, dapat menumbuhkan banyak media-media kredibel, sebab yang tergabung dalam Tadex hanya media berkredibel saja.

Kedua, pengguna layanan atau advestiser nanti akan memperoleh audiens yang dihasilkan oleh media-media kredibel yang sesuai dengan pangsa pasar mereka. Ketiga, Tadex berprinsip bekerjasama secara adil dan transparan.

Terakhir, advestiser bisa meningkatkan brand awarnessnya dengan beriklan di Tadex karena memiliki value tinggi yang didukung oleh teknologi DMP dan terintegrasi dengan Data Marketplace.