Kumparan Logo

Jokowi: Satelit Satria-1 Punya Kapasitas Multifungsi Terbesar di Asia

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo berpidato di forum Ecosperity Week 2023 di Singapura, Rabu (7/6/2023). Foto: Edgar Su/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo berpidato di forum Ecosperity Week 2023 di Singapura, Rabu (7/6/2023). Foto: Edgar Su/REUTERS

Presiden Joko Widodo mengapresiasi kesuksesan proses peluncuran Satelit Republik Indonesia 1 atau Satria-1 yang dibawa roket SpaceX Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS), pada Senin (19/6) pukul 05.21 WIB.

Peluncuran satelit ini ditargetkan Jokowi dapat mendukung pemerataan infrastruktur telekomunikasi di pusat pelayanan publik di seluruh Indonesia, hingga mendorong ekonomi digital.

Masyarakat diharapkan bisa menikmati akses internet dari Satria-1 mulai Januari 2024. Satelit akan melayani secara bertahap di 50 ribu titik layanan publik pada tahap awal ini.

Satria-1 adalah satelit multifungsi pertama milik pemerintah dengan kapasitas terbesar di Asia.

- Presiden Joko Widodo -

instagram embed

Satria 1 merupakan satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan frekuensi Ka-Band. Dia dibangun menggunakan platform SpaceBus NEO dengan kapasitas internet yang disediakan mencapai 150 Gbps, membuat Satria-1 menjadi satelit terbesar di Asia dan nomor lima di dunia dari sisi kapasitas untuk kelas di atas 100 Gbps.

Setelah meluncur, Satria-1 akan melakukan Electric Orbit Raising (EOR) selama sekitar 145 hari sejak pemisahan satelit dari kendaraan yang membawanya ke angkasa hingga tiba di posisi orbitnya.

Kemudian, satelit akan melakukan serangkaian tes, seperti In Orbit Testing (IOT), In-Orbit Acceptance Review (IOAR), dan End-to-End Test (E2E Test) untuk memastikan kinerja satelit optimal.

Satelit Republik Indonesia 1 atau Satria-1. Foto: Thales Alenia Space

Satria-1 dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kominfo, melalui Badan Layanan Umum BAKTI, menetapkan Konsorsium PSN sebagai pemenang tender yang kemudian mendirikan PT Satelit Nusantara Tiga (SNT). Kominfo dan SNT lantas menggandeng Thales Alenia Space untuk perakitan satelit dan menunjuk SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, sebagai mitra peluncuran Satria-1.

Satria-1 akan memiliki 11 stasiun Bumi atau Gateway yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia, yakni Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura. Gateway Cikarang akan menjadi lokasi Stasiun Pusat Pengendali Satelit Primer dan Network Operation Control.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga sedang melakukan persiapan pengadaan Remote Terminal Ground Segment (RTGS).