Kumparan Logo

Keluarga Ini Dapat Rumah Hasil Cetak Printer 3D, Begini Penampakannya

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah hasil cetak printer 3D layak huni berhasil dibangun dalam waktu 12 jam. Selain efisiensi waktu, rumah ini juga dapat menekan biaya pembangunan Foto: Humanity Peninsula and Greater Williamsburg
zoom-in-whitePerbesar
Rumah hasil cetak printer 3D layak huni berhasil dibangun dalam waktu 12 jam. Selain efisiensi waktu, rumah ini juga dapat menekan biaya pembangunan Foto: Humanity Peninsula and Greater Williamsburg

Apakah kamu pernah membayangkan memiliki rumah yang dicetak oleh mesin printer 3D? Satu keluarga di Virginia, Amerika Serikat (AS), baru saja mendapatkan rumah baru hasil cetak printer 3D.

Rumah ini diproduksi oleh perusahaan konstruksi Humanity Peninsula and Greater Williamsburg, bekerja sama dengan perusahaan 3D printing Alquist. Hunian tersebut diklaim menjadi rumah cetakan 3D pertama di AS.

Rumah yang menjadi milik April Springfield ini memiliki luas kira-kira 110 meter persegi, lengkap dengan tiga kamar tidur dan dua kamar mandi. Dinding rumah seutuhnya dibangun menggunakan cetakan printer 3D. Pintu, jendela, dan atap rumah dipasang terpisah ketika dinding selesai dibangun.

Sejarah yang kita buat hari ini adalah rumah hasil cetak 3D yang dihuni pertama di dunia.

– Zachary Mannheimer, founder dan CEO dari Alquist 3D, seperti dikutip CNN-

April Springfield membeli rumah ini melalui Program Habitat Homebuyer, program yang membantu kalangan menengah ke bawah di AS agar dapat membeli rumah dengan harga terjangkau. Rumah cetakan 3D diyakini menjadi salah satu solusi terbaik untuk menekan biaya pembangunan rumah yang sangat mahal khususnya di Amerika Serikat.

Tekstur dari dinding beton hasil cetak 3D. Foto: Humanity Peninsula and Greater Williamsburg

Selain dari harga, rumah yang dibangun menggunakan percetakan 3D juga memiliki keunggulan mengurangi waktu pembangunan secara signifikan. Rumah ini sendiri diselesaikan hanya dalam waktu 12 jam.

Di berbagai belahan dunia juga banyak perusahaan konstruksi berlomba-lomba membangun rumah hasil cetak 3D dalam waktu singkat. Durasi pembuatannya mulai dari beberapa hari sampai hanya sekian jam saja.

Rumah hasil cetak 3D diprediksi akan semakin umum di masa depan, karena memenuhi kebutuhan rumah murah dan cepat. Bukan hanya memotong durasi pembangunan, rumah hasil cetak 3D juga terbukti lebih efisien bahan dan biaya.

Dilansir dari 3DRIFIC, harga rumah untuk ukuran yang sama tapi dibangun dengan teknik cetak 3D dapat menghemat sampai 20-40 persen dibanding dengan rumah yang dibangun dengan cara konvensional.

Salah satu kendala terbesar rumah 3D ini adalah belum tersedia di banyak kota di seluruh dunia. Selain biaya riset dan pengembangan, biaya alat printer raksasa juga terbilang investasi mahal. Ukurannya yang besar juga membatasi jarak ke lokasi konstruksi. Sehingga untuk penduduk yang lokasinya jauh di pedalaman atau sulit diakses, sulit untuk membawa printer raksasa tersebut.