Kenal Lebih Dekat dengan Hybrid Meeting, Yuk!

Pandemi menghantam seluruh sektor. Tak hanya sektor kesehatan, sektor bisnis dan ekonomi pun ikut mengalami pukulan yang cukup berat akibat situasi ini.
Agar bisa bertahan, tak sedikit pelaku usaha mengubah cara bekerja. Jika biasanya kegiatan bisnis dilakukan dengan bertatap muka dalam pertemuan, kini harus secara virtual di rumah masing-masing (work from home).
Meski begitu, teknologi membuat banyak pelaku usaha mampu menciptakan berbagai cara baru agar produktivitas bekerja tetap bisa dipertahankan selama pandemi. Salah satunya terciptanya tren hybrid meeting (rapat gabungan) yang mendukung tempat kerja yang lebih aman dan juga menjamin bahwa produktivitas dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Dengan adanya keterbatasan pertemuan secara langsung, hybrid meeting jadi salah satu pilihan tepat untuk pengambilan keputusan secara cepat, khususnya di era new normal nanti.
Lantas, apa itu Hybrid Meeting?
BenQ memperkenalkan istilah hybrid working sebagai implementasi dari kebutuhan dunia bisnis yang harus terus berjalan meskipun dengan berbagai keterbatasan karena adanya pandemi.
Hybrid working mengimplementasikan penerapan protokol kesehatan yang ketat namun kebutuhan meeting, presentasi, dan kolaborasi dapat terus dilakukan. Sebab dengan teknologi ini, para pelaku bisnis tak perlu lagi berkerumun dengan orang banyak untuk mengadakan suatu rapat. Tentunya ini bisa menjadi solusi saat diterapkan kebiasaan normal baru di kalangan perusahaan.
Hybrid meeting juga akan membuat pembahasan rapat lebih efisien. Setiap sesi rapat juga akan menjadi lebih hidup. Sebab, hybrid meeting dilengkapi dengan visual yang akan menggantikan dokumen yang tebal.
Dibutuhkan dukungan alat yang mumpuni
Hybrid meeting akan lebih dinamis dan menarik daripada rapat tradisional jika perusahaan menggunakan alat yang tepat, terutama internet berkecepatan tinggi, proyektor cerdas (lebih baik nirkabel), manajemen akun terpusat, dan akses cloud.
Tanpa konektivitas internet yang baik, perusahaan tidak dapat mengadakan hybrid meeting dengan maksimal, video akan sering buffering, lag, hingga suara yang putus-putus.
Selain itu, penting juga memilih panel datar interaktif yang baik atau proyektor cerdas yang memiliki akses internet yang bisa terhubung langsung dengan perangkat laptop hingga smartphone.
Penting juga untuk memilih proyektor dengan menyediakan layanan sistem manajemen konten dan ruang penyimpanan seperti OneDrive, Google Drive, atau Dropbox. Dengan begitu, semua orang yang berada di dalam hybrid meeting bisa dengan mudah mengakses file, memperbarui konten, atau mengerjakan proyek bersama-sama.
Menariknya, tak hanya untuk kepentingan kolaborasi antar tim di perusahaan atau antar anak perusahaan, hybrid meeting juga bisa digunakan untuk keperluan lain seperti wawancara kerja hingga pelatihan virtual.
Namun untuk mendukung tren hybrid meeting, dibutuhkan peralatan yang mumpuni, salah satunya proyektor. Sebagai salah satu raksasa produsen proyektor, BenQ memiliki rangkaian proyektor pintar (smart projector) pertama di dunia.
Layaknya smart TV, proyektor ini dilengkapi pula dengan sistem operasi agar dapat mengolah beragam fitur serta aplikasinya. Rangkaian proyektor pintar tersebut terdiri dari model EH600, EW600, dan EX600 yang masing-masing mengusung resolusi Full HD, WXGA, dan XGA.
Proyektor untuk kebutuhan hybrid meeting ini berjalan di atas sistem operasi Android sehingga dengan pendekatan all-in-one. Perangkat ini memiliki kemampuan pintar yang mirip dengan smartphone, tablet, atau laptop yang menyediakan layanan video, browser web, dan akses cloud.
Proyektor pintar BenQ ini juga memiliki akses Wi-Fi dan tidak memerlukan aksesori tambahan. Apalagi, ada media penyimpanan eksternal (flashdisk) yang bisa ditancapkan ke port USB di bagian belakang proyektor, sehingga Anda tak perlu repot membawa PC atau laptop saat rapat. Jadi lebih mudah dan tidak ribet, bukan?
Dengan proyektor pintar dari BenQ, seluruh tim perusahaan juga dapat dengan mudah menampilkan, membagikan, memodifikasi, dan mengakses konten dari penyimpanan cloud atau dari perangkat pribadi mereka, dengan proyektor yang bertindak sebagai hub produktivitas.
Informasi lengkap mengenai hybrid working dengan BenQ bisa cek di sini.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan BenQ
