Kinerja Solid, Blibli Masuk Daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2025
·waktu baca 3 menit

Platform e-commerce Blibli masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025. Perusahaan ini menempati peringkat 260, naik 22 posisi dibanding tahun sebelumnya.
Daftar Fortune Southeast Asia 500 disusun berdasarkan total pendapatan perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan.
Pada 2025, batas minimum pendapatan untuk masuk daftar adalah 349,4 juta dolar AS. Blibli membukukan pendapatan 1.055,5 juta dolar AS. Pencapaian itu membuat Blibli masuk di jajaran industri Internet Service Retailing dalam sektor Teknologi.
Sepanjang 2024, Blibli mencatat peningkatan pendapatan neto konsolidasian 14 persen (year-on-year). Nilai pendapatan tersebut mencapai Rp 16,7 triliun berdasarkan laporan keuangan tahunan. Laba bruto konsolidasian tumbuh 37 persen (year-on-year) menjadi Rp 3,3 triliun.
Margin bruto konsolidasian Blibli meningkat menjadi 19,7 persen. Peningkatan ini menunjukkan kenaikam margin 340 basis poin dibandingkan tahun 2023. Capaian tersebut menunjukkan efisiensi operasional yang semakin baik.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi Blibli untuk masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025 bersama perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya di kawasan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Fortune atas apresiasi ini, yang merupakan validasi atas strategi omnichannel kami sekaligus motivasi untuk terus membangun bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif,” ujar Eric Winarta, Chief Corporate Officer dan Investor Relations, Blibli.
“Di tengah lanskap digital dan ekonomi yang semakin dinamis, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin—mulai dari efisiensi biaya dan optimalisasi produk, hingga penguatan loyalitas ekosistem dan kapabilitas distribusi. Pengakuan ini mendorong kami untuk terus menghadirkan nilai tambah di setiap titik interaksi dengan pelanggan, sambil tetap berpegang pada tujuan kami untuk menciptakan dampak jangka panjang yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Naiknya peringkat Blibli di Fortune South East Asia 500 tahun 2025 menunjukkan bukti pertumbuhan bisnis yang konsisten. Blibli menjadi salah satu perusahaan asal Indonesia dengan posisi teratas di daftar tersebut. Hal ini sekaligus mengukuhkan peran Blibli dalam mendukung perkembangan ekonomi digital nasional.
Keberhasilan ini tak lepas dari strategi omnichannel terintegrasi yang dijalankan Blibli. Strategi ini efektif berjalan di tengah perubahan perilaku konsumen.
Ekosistem Blibli Tiket menjadi penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Kontribusi dari Ritel 1P (usaha melalui platform B2C daring untuk berbagai produk dan layanan pihak pertama dari berbagai kategori), Ritel 3P (penjualan produk dan layanan oleh penjual pihak ketiga melalui platform online dan online travel agent/OTA milik Perusahaan), Institusi, dan Toko Fisik menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Selain sektor ritel, Blibli memperluas bisnisnya ke sektor perjalanan dan gaya hidup. Hal ini dilakukan melalui akuisisi tiket.com pada 2017, lalu berlanjut pada akuisisi Ranch Market dan Dekoruma.
Tahun 2024 lalu, Blibli menyelesaikan akuisisi Dekoruma untuk memperkuat kategori home and living. Kolaborasi berbagai unit bisnis ini mampu memberikan nilai tambah dalam hal interaksi pelanggan.
Selain menjalankan bisnis e-commerce hingga akuisisi, Blibli juga fokus melakukan efisiensi biaya dan optimalisasi produk. Perusahaan juga terus memperkuat kapabilitas distribusi dan loyalitas ekosistem.
Blibli juga mengandalkan jaringan logistik nasional melalui BES Paket. Layanan logistik internal ini diperkuat kolaborasi dengan mitra logistik pihak ketiga. Dengan infrastruktur ini, Blibli bisa memastikan layanan pengiriman andal untuk konsumen.
