Kisah Jeff Bezos Bangun Amazon dengan Bantuan Orang Tuanya

Kabar mengejutkan datang dari Jeff Bezos yang resmi mengumumkan pengunduran diri dari jabatan CEO Amazon, perusahaan teknologi yang ia dirikan 27 tahun yang lalu. Posisi Bezos akan digantikan oleh Andy Jassy yang saat ini memimpin bisnis Amazon Web Services (AWS).
Tidak banyak orang yang tahu bahwa kesuksesan Jeff Bezos dan Amazon ada dukung orang tua di belakangnya. Jeff memiliki 'privilege' orang tua yang berkecukupan untuk membantunya mendirikan Amazon sejak awal. Ayah tirinya, Mike Bezos, seorang eksekutif perusahaan minyak, Exxon, saat menikahi ibunda Jeff, Jackie Bezos.
Jeff Bezos mendirikan Amazon pada 1994. Pada tahun tersebut, ia mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh anggota keluarga, teman, dan calon investor dengan total yang datang 60 orang. Pertemuan itu diadakan dengan harapan agar mereka masing-masing menginvestasikan sekitar 50 ribu dolar AS di Amazon dan membantunya mengumpulkan 1 juta dolar AS.
Namun, hanya 20 orang yang menjawab ya, termasuk orang tua Jeff. Menurut laporan keuangan yang digali oleh Bloomberg, Mike dan Jackie Bezos menginvestasikan 245.573 dolar AS di Amazon pada 1995.
Jika mereka mempertahankan kepemilikan saham di Amazon, Bloomberg memperkirakan orang tua Jeff memiliki nilai saham bernilai 30 miliar dolar AS per tahun 2018, saat temuan ini dilaporkan ke publik. Namun, hingga saat ini tidak diketahui berapa banyak saham yang masih dimiliki pasangan itu.
Mike dan Jackie Bezos mungkin masih memiliki saham yang cukup besar di Amazon. Menurut Bloomberg, antara tahun 2001 dan 2016, pasangan itu menyumbangkan hampir 600.000 saham ke lembaga filantropi pendidikan nirlaba yang mereka dirikan bersama, Bezos Family Foundation.
Bloomberg menghitung, jika pasangan itu menjual semua saham mereka dengan harga serendah mungkin, mereka mungkin bisa melihat keuntungan keseluruhan sebesar 100 juta dolar AS dan keuntungan lebih dari 40.000 persen.
Jeff Bezos sempat diragukan sukses
Berinvestasi di Amazon pada saat awal didirikan menjadi taruhan yang berani. Menurut CNBC, Bezos menjelaskan bahwa ada kemungkinan 70 persen orang tuanya tidak akan pernah melihat uang itu lagi.
Orang tua Bezos sempat melarang anak laki-lakinya itu keluar dari pekerjaannya sebagai wakil presiden direktur D.E. Shaw. “Jangan berhenti dari pekerjaanmu,” kata ibunda Jeff memperingatkan.
“Bisakah kamu melakukan ini pada akhir pekan dan malam hari?” Minta Jackie Bezos kepada Jeff untuk fokus membangun Amazon seusai melakukan pekerjaan utamanya.
Menjalankan bisnis e-commerce ketika kebanyakan orang tidak memiliki komputer adalah awal perjalanan yang berat. Pada 1990-an, website hanya digunakan oleh lembaga pemerintah dan universitas, bukan konsumen. Ayah Jeff, Mike Bezos, bahkan tidak tahu apa itu internet.
Namun, Jeff melihat potensi soal website. Pada pertengahan 1990-an, pertumbuhan penggunaan situs web dilaporkan mencapai 2.300 persen per tahun.
“Saya belum pernah melihat atau mendengar apa pun yang tumbuh secepat itu, dan gagasan untuk membangun toko buku online dengan jutaan judul -sesuatu yang tidak bisa ada di dunia fisik- sangat menarik bagi saya,” jelas Jeff.
Berawal dari toko buku online, Amazon kini sukses menjadi raksasa teknologi dengan beragam bisnis, seperti e-commerce, komputasi awan atau cloud (AWS), hingga streaming film (Prime Video). Nilai valuasi perusahaan ditaksir 1,7 triliun dolar AS.
Berkat Amazon pula, Jeff Bezos menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai 188 miliar dolar AS, menurut Bloomberg Billionaires Index. Ia kalah sugih dibanding Elon Musk, pendiri dan CEO Tesla, yang sukses menyalip Bezos menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan 190 miliar dolar AS.
