Komdigi Dirikan Posko Pemulihan Trauma Anak Korban Banjir Sumatera
3 Desember 2025 12:28 WIB
·
waktu baca 2 menit
Komdigi Dirikan Posko Pemulihan Trauma Anak Korban Banjir Sumatera
Komdigi dirikan posko pemulihan trauma bagi anak korban banjir Sumatera. Menteri Meutya Hafid siapkan ruang aman untuk bermain dan edukasi mental.kumparanTECH

ADVERTISEMENT
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut ambil bagian dalam penanganan bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera. Pemerintah mendirikan posko yang berfokus pada dampak psikologis korban, terutama anak.
Komdigi secara resmi membuka Posko Dukungan Psikososial yang ditujukan sebagai ruang aman (safe space) bagi anak terdampak banjir. Posko pertama ini didirikan di Masjid Alhafiz, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Tempat ini disulap menjadi area bagi anak-anak yang belum bisa kembali ke rumahnya untuk beristirahat, bermain, dan memulihkan diri.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, meninjau langsung lokasi tersebut pada Senin (1/12). Ia menegaskan pemulihan mental sama pentingnya dengan bantuan fisik.
"Posko ini memang fokusnya kepada anak-anak. Karena nanti setelah banjirnya insyaallah reda tapi anak-anak belum bisa beraktifitas di rumah masing-masing, mereka boleh bermain di sini," jelas Meutya saat berada di Posko Komdigi Hamparan Perak.
Di posko ini, anak-anak tidak hanya sekadar duduk diam. Komdigi telah merancang berbagai aktivitas pendampingan yang bertujuan untuk mengikis rasa trauma akibat bencana.
"Jadi setiap hari nanti ada kegiatan, mulai dari menggambar, permainan, hingga menonton video edukasi bersama-sama," ujar Meutya.
ADVERTISEMENT
Meutya menyadari pemulihan pascabencana bukan hal yang mudah. Namun, ia berharap kehadiran ruang ceria ini bisa sedikit meringankan beban mental anak-anak Sumatera.
"Mudah-mudahan ini bisa meredakan trauma, meskipun pasti kesulitannya luar biasa, tapi ini bisa sedikit membantu, khususnya bagi anak-anak kita," pungkasnya.
Bencana banjir-longsor di Sumatera ini melanda 3 provinsi di sana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sejauh ini, bencana yang disebabkan Siklon Tropis Senyar ini mengakibatkan 753 orang tewas, 650 orang hilang, 2.600 orang terluka, dan 1,2 juta orang mengungsi di 50 kabupaten/kota.
