Kumparan Logo

Komdigi Targetkan Perpres AI Rilis 2026

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah merangkumkan peta jalan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Setelahnya, pemerintah menargetkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait tata kelola teknologi tersebut keluar pasa 2026 mendatang.

Dokumen strategis ini akan menjadi panduan arah pengembangan dan penerapan kecerdasan buatan di berbagai sektor prioritas Indonesia.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam acara kumparan AI for Indonesia 2025, Kamis (23/10), di The Ballroom, Djakarta Theater, Jakarta Pusat.

Ini sudah kita kirimkan ke Sesneg, dan saya sudah menyerahkan ke Kementerian Hukum. Insya Allah 2026 awal peta jalan ini sudah bisa keluar, dan juga bisa menjadi guidance bagi kita semua.

- Meutya Hafid, Menkomdigi -

Menurutnya, penyusunan peta jalan AI ini menjadi salah satu proses regulasi paling kolaboratif yang pernah dilakukan pemerintah. Melibatkan 55 kementerian dan Lembaga (KL), dengan total hampir 500 peserta dari berbagai sektor.

Ia mengungkapkan, proses penyusunan regulasi tersebut memakan waktu sekitar 5-6 bulan, hal ini karena pembahasan yang mendalam tentang arah dan prioritas pengembangan AI nasional.

"Ini bukan menjadi pembenaran bahwa aturannya baru akan keluar, tapi waktu itu kita Benar-benar fokus untuk membahas arah yang akan kita ambil dalam mengimplementasikan atau mengadopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia," ujar Meutya.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Meutya juga menegaskan bahwa peta jalan AI akan berfokus pada 10 bidang prioritas yang juga diselaraskan dengan kebijakan Presiden.

"10 bidang prioritas yang memang kita masukkan dalam perpres buku putih peta jalan mengenai AI itu in line dengan 10 bidang prioritas presiden, yaitu di bidang ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan keuangan, reformasi birokrasi, perhukam, energi, sumber daya lingkungan, perumahan, transportasi, logistik, infrastruktur, dan ekonomi kreatif," tegasnya.

Ia menuturkan bahwa pengembangan kecerdasan buatan ini menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing global Indonesia dengan talenta dan inovasi yang beretika, beriringan, serta berkeadilan sosial.

Reporter: Muhamad Ardiyansyah