Kominfo Masih Tunggu Amazon - Yahoo Daftar PSE Malam Ini: Kalau Belum, Diblokir

29 Juli 2022 18:48
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
ADVERTISEMENT
Kominfo masih menunggu platform hingga aplikasi yang masuk kategori Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat untuk segera mendaftarkan diri hingga hari ini, Jumat (29/7) pukul 23.59 WIB. Jika belum dan lewat batas waktu tersebut, layanannya di Indonesia akan langsung diblokir.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data teranyar, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mencatat setidaknya ada 282 PSE Asing yang pendaftarannya telah diterima pemerintah. Namun, masih ada beberapa platform terkenal yang belum mendaftar, mulai dari Amazon (khusus e-commerce), Yahoo (search engine), hingga Steam (marketplace game)
Nah, dari yang kemarin kita sudah melakukannya penyuratan ada 10 yang kami masih menunggu dan jadi dari 12 yang kita kirim surat, dua sudah mendaftarkan ada 10 yang masih Kami tunggu sampai nanti jam 11 atau 23.59.
- Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo -
"Tindak lanjut dari proses batas waktu pendaftaran bagian yang sudah beroperasi di indonesia per hari ini tanggal 29 pukul 10 tadi kita sudah mencatat ada 5.384 institusi atau corporation yang mendaftarkan dan yang didaftarkan itu ada 8.962 sistem elektronik yang terdiri dari 8.680 sistem elektronik domestik dan 282 sistem elektronik asing," ujar Semuel dalam konferensi pers di Kaum Jakarta, Jumat (29/7).
Ilustrasi Yahoo Foto: Michael Probst/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Yahoo Foto: Michael Probst/AP Photo
Semuel mencatat ada nama Amazon, Paypal, dan Yahoo yang hingga kini pendaftarannya masih dinanti pihak Kominfo. Khusus Amazon, hanya layanan e-commerce yang belum registrasi, sementara layanan cloud-nya sudah terdaftar PSE Kominfo.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"[Yang belum mendaftar] antara lain Amazon Corporated itu adalah Amazon yang e-commerce-nya, ya, sekali lagi Amazon cloud-nya sudah mendaftarkan, Jadi jangan sampai salah memberitakan karena ini juga banyak digunakan oleh masyarakat, yang kedua Alibaba Private Limited ini juga terakhir sudah mendaftarkan, LinkedIn juga sudah mendaftarkan, yang belum mendaftarkan lagi adalah Paypal Private Limited, Yahoo search engine-nya, dan juga Bing, Epic Game Incorporated, Blizzard Entertainment Incorporated, dan Electronic Art. Ini nama perusahaan (yang belum daftar PSE)," ucap Semuel.

"Jadi, sekali lagi saya sebutkan, ya, jadi ada 10 yang belum mendaftarkan Amazon e-commerce, PayPal, Yahoo search engine, Bing search engine, Steam game online, Dota juga game online, CS (Counter Strike) game online, Epic Game, Battle.net ini juga game, dan yang terakhir ini juga Origin, ini adalah Electronic Art, ya."

- Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo

Aplikasi Steam di Android. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi Steam di Android. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan
Jika nama-nama PSE asing itu tak kunjung mendaftarkan diri hingga pukul 23.59 WIB nanti, Semuel menyatakan pihaknya terpaksa akan memblokir sementara waktu layanan mereka di Indonesia. Layanan akan kembali dibuka, jika mereka telah melengkapi pendaftaran yang telah ditentukan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
"Sekali lagi kami meminta maaf kepada masyarakat untuk layanan ini sementara waktu sampai menunggu mereka melengkapi pendaftaran tidak bisa diakses dari Indonesia. Itu kira-kira yang saya umumkan yang saya ingin saya sampaikan kepada masyarakat," pungkasnya.
"Jadi mohon maaf juga kalau memang masih menggunakan layanan ini dan kami tetap menunggu apabila mereka mendaftar bisa mengajukan normalisasi untuk dapat diakses dan beraktivitas di ruang digital Indonesia."
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020